CeritaDewasa Menjadi Pemuas Nafsu Sang Majikan. Setiap hari aku berjalan. Tidurpun di mana saja. Sementara bekal yang kubawa dari kampung semakin menipis saja. Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan. Karena bekal yang kubawa juga tinggal untuk makan beberapa hari lagi. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.
Majikan yang Melayani Supir dan Pembantunya BosheDewasa - Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya. Tidurku yang tak nyaman lantaran dilanda mimpi buruk, terasa makin tak nyaman lantaran nafasku tiba-tiba terasa sesak, dan tubuhku menyerupai terhimpit sesuatu. Rasanya saya tidak mengidap penyakit asma. Namun selangkanganku terasa lezat dan nikmat, menyerupai ada penis yang mengaduk memekkku. Majikan yang Sukarela Melayani Supir dan Pembantunya Belum lagi rasanya buah dadaku diremas lembut, membuatku perlahan tersadar dari tidurku, untuk kemudian mendapati ternyata Wawan yang membuatku terbangun dengan menyetubuhiku. Aku yang masih belum sadar betul, terkejut melihatnya ada di kamarku, apalagi sedang menyetubuhiku, membuatku menjerit ketakutan dan mendorongnya, namun ia terlalu berat buat cewek mungil sepertiku. “Lho Non, katanya mulai kemarin saya boleh menikmati Non?” tanya Wawan memprotesku. Aku pribadi sadar, teringat kemarin memang saya menjanjikan hal ini. “Tapi bukan gini caranya Wan! Masa saya lagi tidur kau ajak beginian. Nggak sopan tau! Lagian saya tadi masih belum sadar benar, bangun-bangun ada orang lain di kamarku, kukira saya sedang diperkosa rampok tau!”, kataku ketus. Sedikit jual mahal boleh dong? Mendengar omelanku, Wawan terdiam. Tapi penisnya yang menancap di vaginaku tidak mengendur sedikitpun. Aku menghela nafas panjang, kemudian berkat. “Ya sudah, cepat lanjutkan. Mana kau ini usang lagi kalau main. Oh tunggu!!”, tiba tiba saya teringat dan menurunkan volume suaraku, “Gila kau ya Wan, kakakku mana??”. Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya Wawan cengengesan dan berkata, “Tenang Non, liat ini jam berapa? Kakak non sudah pergi setengah jam yang kemudian kok. Dan saya sudah tidak tahan untuk bermain lagi dengan non nih”. Oh.. saya sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 0815 pagi. “Lalu, semenjak jam berapa kau nggghh… ” belum selesai saya bertanya, Wawan sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga saya melenguh, keenakan. “Oh.. Wan… kamu…”, desahku nikmat. Wawan tersenyum penuh kemenangan, membuatku sedikit jengkel juga, tapi hanya sebentar, lantaran rasa nikmat pribadi melandaku ketika Wawan mengulangi gayanya kemarin, ia memeluk pinggangku, dan menarikku berdiri. Penis yang amat kokoh itu pribadi terbenam begitu dalam, membuatku melenguh-lenguh. Bukan hanya lantaran takut, tapi juga tak ingin penis itu lepas dari vaginaku, membuatku tanpa sadar kembali melingkarkan kakiku ke pinggangnya. Rasanya bacokan penis itu semakin dalam, dan saya yang sudah melingkarkan tanganku ke lehernya supaya tubuhku tidak terjatuh ke belakang, memagut bibirnya penuh nafsu tak perduli dengan wajahnya yang amburadul. Terakhir saya minum obat anti hamil ialah ketika saya digangbang di ruang UKS 2 hari yang lalu, tapi saya tak kuatir hamil, alasannya ialah kini saya sedang bukan dalam masa subur. Aku sudah tak lagi punya niat untuk jual mahal, lantaran rasa nikmat yang sudah menjalar ke seluruh tubuhku benar-benar menghancurkan nalar sehatku. Wawan terus memompa vaginaku sambil berjalan, rasanya nikmat sekali. Aku heran dan menduga-duga ke mana ia mau membawaku, sambil mulai memperhatikan keadaanku. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. Aku memang tak pernah tidur dengan menggunakan bra. Tapi celana panjangku dan celana dalamku tidak ada, dan sempat saya melihat dari pintu kamarku ketika Wawan membawa tubuhku keluar, kutemukan kedua benda itu tergeletak di lantai kamarku. Kini Wawan menuruni tangga, rupanya hendak mengajak rekannya kemarin untuk bantu-membantu menikmati tubuhku. Gawat juga nih. Kalau tiap pagi sarapan sex menyerupai ini, bagaimana saya konsentrasi di sekolah? Tapi saya tak kuasa menolak kenikmatan ini, dan pasrah saja mengikuti kemauan Wawan. Setiap langkahnya di tangga menciptakan penisnya memompa vaginaku, dan saya orgasme ringan hingga cairan cintaku mengalir semakin banyak, seharusnya membasahi paha Wawan, yang terlihat senang-senang saja. Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu pria di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Dengan nafas tersengal-sengal lantaran sodokan Wawan yang semakin gencar, saya yang menyadari akan segera digangbang lagi, mencoba mengingatkan mereka dengan terputus-putus bercampur desahan dan lenguhan, “Kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. ngggh…. saya nantiiii…. harus… sekolah….”. Mereka tertawa, dan Suwito berkata, “Tenang non Eliza, cuma satu ronde kok. Kami kan juga harus kerja membersihkan bab luar rumah Non…” Suwito membelai pantatku dan melanjutkan. “Aduh non, kalau begini non anggun banget lho non, mana ada pemain drama porno yang secantik nona kita ini ya?”. Pak Arifin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku dan menimpali, “Kita ini benar-benar beruntung sanggup kerja di sini. Di mana lagi kita sanggup menikmati nona amoy secantik non Eliza ini.. seterusnya lagi. Non Eliza sendiri kan yang minta? Kalau begini mah, bayaran gak naik juga kita betah lho Non kerja hingga renta di sini”. Mereka tertawa bahagia sementara saya yang antara aib bercampur terangsang, tak sanggup menanggapi gurauan mereka, lantaran Wawan sudah melanjutkan pompaan penisnya yang sekeras batangan besi itu, membuatku menggeliat dan melenguh dalam pelukannya. “Nggggh.. Waaan…. aduuuh…. emmpph”, Wawan memagutku dengan buas, hingga saya tak sanggup lagi bebas melenguh. Yang lain sabar menanti gilirannya dengan caranya masing-masing, Suwito membelai dan meremas pantat dan payudaraku, sementara pak Arifin membelai-belai rambutku yang panjang hingga sepunggung ini, sambil menghirup amis harum rambutku. Dengan badan yang dirangsang 3 orang sekaligus menyerupai ini, menciptakan orgasme demi orgasme meluluh lantakkan tubuhku, hingga jadinya datanglah saat-saat yang paling nikmat itu, saya kembali mendapat multi orgasme. “Mmmmmph… hnngggh.. oooohhhh… aaa….duuuuuh….” erangku ketika tubuhku terlonjak-lonjak tak karuan, cairan cintaku membanjir dan membanjir. Betisku melejang-lejang, pinggangku tertekuk ke belakang ketika saya menikmati orgasmeku dengan total. Tubuhku niscaya sudah jatuh kalau tak ditahan Suwito dan pak Arifin, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyusu pada payudaraku sambil meremas-remas dengan gemas, menciptakan orgasmeku yang susul menyusul ini makin terasa nikmat. Dentang grandfather clock dari dalam ruang tamu di rumahku memperlihatkan kini ini ialah jam 0900! Oh… entahlah, mungkin sudah sejam kali saya digenjot Wawan, kalau ditambah dengan waktu saya masih tertidur. Ia memang perkasa untuk urusan sex, membuatku semakin kagum padanya. Beberapa menit sesudah saya orgasme, Wawan tak tahan lagi. Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya “Oooh… memeknya non Eliza ini…. rasanya kontolku kayak diurut-urut… sudah 3 menit… aaah… “, erangnya sambil menembakkan spermanya di dalam liang vaginaku. Aku memejamkan mata ingin menikmati sepuas-puasnya rasa hangat yang memenuhi relung-relung vaginaku. Kurasakan tubuhku dibaringkan di salah satu ranjang mereka, dan penis Wawan sudah terlepas dari vaginaku. Aku membuka mataku, untuk melihat giliran siapa berikutnya. Sedikit beda dari kemarin, kini gilirannya Suwito, yang sudah mengambil posisi di selangkanganku, dan segera membenamkan penisnya ke dalam vaginaku yang masih sangat lembap oleh cairan cintaku dan sperma Wawan. Aku hanya sanggup menggeliat pasrah dibawah tindihan Suwito, yang dengan penuh semangat menggenjotku sepuas-puasnya. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Tiba-tiba saya teringat penis Wawan yang niscaya masih belepotan sperma yang bercampur cairan cintaku. Entah apa yang mendorongku, tapi saya hampir tak sanggup mempercayai bahwa itu ialah suaraku sendiri ketika saya memanggil Wawan, “Wan, sini saya oralin bentar”. Wawan yang sedang duduk di lantai beristirahat, tentu saja tak perlu kuminta dua kali, ia segera bangun mendekatiku dan menyodorkan penisnya untuk kuoral, dan tanpa malu-malu saya memegang penis yang sudah mengendur itu, ku kulum-kulum dan kuseruput hingga pipiku terlihat kempot, hingga tak ada sperma yang tersisa, sementara Wawan melenguh-lenguh keenakan. Benar-benar edan! Bagaimana mungkin saya sanggup seliar ini? Bahkan saya merasa sperma itu begitu lezat dan gurih, apakah ini lantaran saya mulai ketagihan minum sperma? Mungkin saja, lantaran kini saya sudah tak sabar lagi menunggu Suwito orgasme, lantaran saya ingin segera menjilati dan menyedot sperma lagi. Maka sesudah penis Wawan selesai kuoral hingga bersih, saya segera menggerakkan pinggulku menyambut bacokan demi bacokan Suwito, dan benar saja, tak hingga 10 menit Suwito sudah menggeram. Ingin saya memintanya keluar di mulutku, namun saya takut dianggap tidak adil lantaran tadi Wawan sudah keluar di dalam. Maka saya membisu saja, membiarkan Suwito memuaskan hasratnya untuk menyemprotkan spermanya dalam liang vaginaku. Setelah kurasakan tak ada semprotan lagi, saya segera mendorong tubuhnya hingga penisnya terlepas dari jepitan liang vaginaku, dan buru-buru saya berkata, ”To, cepat sini…”. Suwito pun segera menghampiriku, membenamkan penisnya ke mulutku, dan saya segera menyedot-nyedot dengan memejamkan mataku, mencicipi tetes demi tetes sperma yang teroleskan di lidahku. Rasanya nikmat sekali, asin dan begitu gurih. Pak Arifin yang sempat tak kulihat batang hidungnya, kulihat kembali, sambil membawa sebuah sendok teh dan piring kecil. Aku tak terlalu memperdulikan hal itu, dan terus mengulum penis Suwito. Tiba-tiba, saya melepaskan kulumanku, sambil melenguh pelan lantaran mencicipi nikmat pada selangkanganku. Tak apa-apa, toh penis Suwito sudah bersih. Tapi bukan itu yang harus kupikirkan, maka saya melihat ada apa dengan selangkanganku. Ternyata pak Arifin sedang menyendoki lelehan sperma yang bercampur cairan cinta yang mengalir keluar dari vaginaku, dan ditadahi dengan piring kecil tadi. Aku hanya membisu menahan nikmat, ketika sendok kecil itu mengorek-ngorek vaginaku dengan lembut, seolah menyendoki cairan cintaku dan sperma-sperma dari Wawan dan Suwito. Setelah cukup lama, mungkin sesudah vaginaku sudah tak terlalu becek lagi, pak Arifin berkata, “Non Eliza, non suka peju ya? Saya suapin peju mau ya?”. Aku dengan sedikit malu, mengangguk pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku dengan lembut menyerupai menyuapi anaknya yang sedang sakit. Kembali saya mencicipi sperma yang bercampur cairan cinta. Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini menciptakan saya tak begitu lapar lagi meskipun saya ingat saya belum makan pagi. Setelah jatahku habis, pak Arifin mulai bersiap menggenjotku, sambil bertanya, “Non Eliza, non mau nggak kalau nanti saya mengeluarkan peju dalam lisan non?”. Aku mengangguk senang, kemudian melebarkan selangkanganku selebar-lebarnya, lantaran saya ingat penis pak Arifin ini berukuran raksasa. Kurasakan penis itu sudah mulai melesak sedikit, dan gairahku pribadi naik cepat. Apalagi Wawan dan Suwito ikut menyusu pada payudaraku dengan remasan-remasan kecil. “Aduh… oooh…”, erangku antara sakit dan nikmat. Tetap saja ada rasa sakit yang melanda vaginaku, lantaran ukuran penis pak Arifin sangat besar. Tapi kini saya sanggup lebih cepat beradaptasi, dan mulai mengimbangi genjotan sopirku ini. Setelah rasa sakit itu lenyap, saya mulai mendesah dan melenguh keenakan. Penis itu seolah menancap begitu erat, sehingga ketika pak Arifin menarik penisnya, seolah vaginaku yang menjepit penisnya ikut tertarik, dan tubuhku terangkat sedikit Namun ketika penis itu menghunjam, rasanya vaginaku serasa sedang dimasuki daging keras yang besar hingga sesak sekali. Tak sekeras punya Wawan memang, tapi masih keras untuk ukuran orang seumur pak Arifin. Dan cukup keras untuk menciptakan saya serasa melayang ke awang-awang. Rasa nikmat ini jadinya menciptakan saya orgasme, kembali kakiku melejang-lejang menciptakan jepitan vaginaku pada penis pak Arifin makin erat, dan ini menciptakan pak Arifin kelabakan, penisnya berkedut-kedut. Ia segera menarik penisnya lepas dari vaginaku dengan tergesa-gesa, dan segera membenamkan penisnya dalam mulutku. Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya Segera semprotan spermanya yang juga terasa asin dan gurih, membasahi kerongkonganku. Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu hingga bersih. Aku sudah tak merasa lapar lagi sesudah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri. Mereka bertiga jadinya duduk mengatur nafas mereka yang masih memburu. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai kesepakatan mereka, ini hanya satu ronde. Tiba-tiba Sulikah tiba terburu-buru sambil membawa celana dalam dan celana panjang satin pasangan baju tidurku. “Non, kakaknya non sudah pulang. Cepetan non, pakai ini dan kembali ke kamar non”, seru Sulikah agak panik. Aku juga ikut panik, segera menggunakan celana dalam dan celana panjang ini, kemudian berlari kembali ke kamarku. Yang lain juga segera menggunakan bajunya masing-masing, kemudian segera keluar dari kamar kawasan kami pesta sex barusan, seakan-akan sedang bekerja menyerupai biasa. Untung Sulikah memberitahu sempurna pada waktunya, saya sudah di dalam ruang makan ketika kudengar deru mesin kendaraan beroda empat kakakku di garasi. Rupanya dosen yang mengajar mata kuliahnya pagi ini tidak datang. Aku naik tangga dengan jantung berdegup kencang, jadinya hingga juga saya ke dalam kamarku yang kulihat sudah rapi, niscaya Sulikah yang merapikan. Sempat kulihat jam, ternyata sudah jam 0930. Dan saya segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhku dari keringatku dan keringat 3 orang tadi, juga vaginaku kucuci bersih, hingga terasa kesat. Mungkin lantaran cuma 1 ronde, tubuhku tak terlalu lelah. Selesai mandi, saya mengeringkan tubuhku sambil memastikan tak ada gejala saya gres saja bermain sex dengan mereka. Lalu saya menggunakan baju santai, dan turun ke ruang makan. Di sana sudah menunggu kakakku, yang membawakan saya nasi campur di akrab sekolahnya, kesukaanku. Yah, kebetulan deh. Aku kan belum makan pagi, cuma sarapan sperma dari mereka bertiga tadi. Aku memeluk kakakku senang, dan berkata, LINK RESMI JAMINAN DATUK NB Untuk Link Di atas Dapat Anda Gunakan Untuk Mendapatkan ID PRO DAN JP. Selamat Mencoba <3 “Thank you ya kokoku yang baik”. Kokoku tertawa dan menggodaku,“Iya me. Tapi baik kalau bawain makanan aja ya? Kalau nggak jadi nggak baik?”. Aku memukul lengannya manja, kemudian kami makan bersama. Kami ngobrol kesana kemari, dan tak terasa jadinya selesai juga kami makan. Kokoku kembali ke kamarnya, mungkin main komputer. Aku juga kembali ke kamarku, mempersiapkan diri ke sekolah. Sekarang sudah jam 10, saya biasanya berangkat jam 1130. masih ada satu setengah jam lagi, saya menyiapkan seragamku, putih abu-abu. Juga tas sekolahku, yang membuatku teringat wacana obat perangsang itu. Lalu saya menyisir rambutku rapi, dan duduk manis di ranjangku. Sambil menunggu, saya menelepon temanku, dan kami ngobrol hingga tak terasa sudah waktunya saya harus berangkat. Setelah berpamitan, saya mengenakan seragam sekolahku, kemudian berpamitan pada kokoku, dan turun ke garasi. Seperti biasanya, pak Arifin memperlihatkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus lantaran saya ingin menyetir kendaraan beroda empat sendiri. Dalam perjalanan, saya mengingat-ingat tragedi pagi ini, dan membayangkan besok saya harus melayani mereka bertiga lagi lantaran kokoku kuliah pagi hingga siang. Hmm, sarapan sex tiap pagi sebelum ke sekolah? Aku menggelengkan kepala tak habis pikir, bisa-bisanya ada pembantu plus sopir yang menggunakan badan anak majikannya.Cerita panas Puaskan Nyonya Majikan yang haus Sex BosheDewasa - Puaskan Nyonya Majikan yang haus Sex. Aku benar-benar lemas mendengar keputusan pihak manajemen perusahaan hari ini, Bulan lalu perusahaan sudah menyampaikan rencananya untuk mengurangi sejumlah karyawan, termasuk pengemudi. Hari ini aku tahu aku termasuk yang kena PHK. Istriku tak banyak bicara ketika kutunjukkan surat pemutusan hubungan kerja itu. Ia hanya memandangi bayi kami yang baru berusia 3 bulan. Terbayang di benak kami bagaimana cara menghidupi bayi ini tanpa pekerjaan. Pesangon yang tak seberapa jumlahnya pasti tak akan bertahan lama. Agen poker Selama seminggu penuh aku menyibukkan diri dengan iklan lowongan pekerjaan di koran dan mendatangi berbagai macam perusahaan untuk mencari kerja. Hasilnya nihil. Untungnya sorenya istriku membawa kabar gembira. Cerita panas Puaskan Nyonya Majikan yang haus Sex Pak Sulaiman, lelaki tua yang tinggal tak jauh dari rumah kami kena stroke. Ia harus istirahat total dan berhenti menyupir untuk majikan nya. Kata istriku, majikan pak Sulaiman butuh supir baru segera. Istriku mengangsurkan secarik kertas bertuliskan nama dan alamat majikan Pak Sulaiman. Esok paginya aku langsung meluncur ke rumah Pak Tan, mantan majikan Pak Sulaiman. Rumah Pak Tan luar biasa besar dan mewah. Pembantu Pak Tan membukakan pintu gerbang dan mempersilakan aku menunggu di beranda. Sejenak kemudian Pak Tan menemuiku. Ia seorang lelaki Cina tua, bos sebuah perusahaan peralatan masak di Surabaya. “Kamu tetangga Pak Sulaiman?” Tanya Pak Tan. “Benar, Pak. Nama saya Andi” “Kamu kelihatan muda sekali. Berapa umurmu?” Tanya Pak Tan. “24tahun, Pak” “Sudah lama jadi supir?” “3 tahun, Pak” “Oke, Andi. Langsung saja. Kamu akan menjadi supir pribadi istri saya. Istri saya adalah Area Manager perusahaan. Ia harus banyak berkeliling ke cabang-cabang perusahaan di kota-kota lain di Jawa Timur dan di Indonesia,” jelas Pak Tan. “Gaji tiga bulan pertama Rp 1,2 juta. Setuju?” “Setuju, Pak” “Kamu mulai kerja hari ini!” kata Pak Tan. Seminggu sudah aku menjadi supir Nyonya Tan. Dari karyawan kantor, aku tahu nama Nyonya Tan adalah Yena, sebuah nama yang elok. Di kantor, para karyawan demikian segan dan hormat padanya, dan tak pernah ada yang bicara buruk tentang perempuan luar biasa ini. Di mobil, ketika tak sedang menelepon, Bu Yena tak banyak bicara. Seperti pagi ini dalam perjalanan ke Malang, menuju ke kantor cabang. Ia hanya bicara beberapa patah kata bilamana aku terlalu cepat atau terlalu pelan mengemudi. Agen DominoQQ Kami sampai di Malang sebelum tengah hari. Bu Yena majikan ku langsung memimpin rapat para karyawan. Aku sendiri langsung menuju warung makan di depan kantor. Setelah 3 jam menunggu, perutku mulas. Pasti itu karena sambal pecel lele yang kumakan di warung tadi. Aku mencari WC. Kata karyawan kantor, WC supir ada di bagian belakang. Aku segera menyelinap ke belakang mencari WC yang dimaksud, melewati lorong-lorong sempit tumpukan stok barang perusahaan. Setelah selesai dengan urusanku di kamar kecil, aku bermaksud kembali ke depan melewati lorong-lorong sempit itu. Dinding salah satu lorong itu ternyata adalah kaca salah satu ruang kantor. Tirai dinding kaca itu terbuka sedikit, dan tak sengaja dari celah kecil itu aku melihat sebuah adegan seru, yang sudah pasti bukan kegiatan kantoran pada umumnya. Seorang lelaki muda sedang asyik memeluk, mencium dan dengan lidahnya menelusuri dada perempuan yang aku kenal betul, yakni Bu Yena. di atas sebuah sofa di ruang kantor kepala pemasaran cabang Malang. “Andi, berapa umurmu?” Tanya Bu Yena tiba-tiba. “24 tahun, bu” “Sudah menikah?” “Sudah, Bu. Saya punya bayi usia 3 bulan” Tiba-tiba Bu Yena melemparkan satu amplop tebal ke kursi di sebelahku. Sejumlah lembaran seratus ribuan tampak dari ujung amplop yang terbuka. “Itu untuk kamu dan anakmu. 5 juta rupiah!” kata Bu Yena. “Untuk saya?” tanyaku heran. “Ya, untuk kamu,” tegas Bu Yena. “Wah, untuk apa ini, ya, bu?” tanyaku tak mengerti. Aku melihatnya dari kaca spion. Bisa kulihat Bu Yena majikan ku tersenyum dari kaca itu. “Ini uang tutup mulut. Aku tahu kamu mengintip aku sedang bermesraan dengan Alex tadi. Tidak boleh ada yang tahu ini. Kalau Pak Tan tahu, itu berarti dari kamu. Dan kau pasti akan kehilangan pekerjaan. Kunci mulutmu dengan uang 5 juta itu, dan kau tetap bisa bekerja. Faham?” ujar Bu Yena tegas. Aku terdiam sejenak. Kuberanikan bicara, “Ibu tidak perlu memberi saya uang itu. Saya akan tutup mulut. Ibu bisa pegang kata-kata saya” “Tidak! Ambil saja! Dan jangan bicara lagi!” itulah kalimat terakhir bu Yena. Selebihnya, ia tidak bicara lagi. Besoknya aku menyetorkan uang ke tabunganku tanpabilang-bilang istriku. Dan selanjutnya, aku menutup mulut rapat-rapat. Hari-hari berjalan seperti biasa, tak banyak yang berubah. Agen AduQ Yang sedikit berubah adalah suasana di dalam mobil. Belakangan ini Bu Yena kerap kali bergeser tempat duduk. Kalau biasanya ia duduk tepat di belakangku, kali ini ia lebih sering bergeser ke kiri. Ia acap kali mencuri pandang ke arahku dari duduknya di mobil. Entah kenapa ia begitu. Yang jelas aku tak pernah berani menatapnya dari balik spion. Pagi ini aku mengantar Bu Yena ke bandara Juanda. Ia akan bertugas memeriksa cabang Bali selama seminggu. Jadi, selama seminggu ini aku akan stand-by di kantor Pak Tan sebagai sopir cadangan. Tapi selepas siang sebuah sms masuk ke HP-ku. Itu dari Bu Yena. Bunyinya, Sopir cabang Bali sakit. Kamu ke Bali siang ini. Sudah saya kirim uang buat beli tiket pesawat. Kamu langsung ke kantor Cabang Denpasar”. Segera aku mendapatkan uang tiket dan alamat kantor Cabang Denpasar dari kantor Surabaya. Senang juga rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya. 4 jam kemudian aku sudah berada di Kantor Cabang Denpasar. “Saya lebih nyaman kalau kamu yang nyupir,” kata Bu Yena begitu duduk di kursi belakang di mobil Cabang Denpasar. “Kamu banyak tahu jalan-jalan di Denpasar, kan?” tanya Bu Yena. “Ya, Bu. Saya menempuh SMA saya di sini,” kataku. “Baiklah, langsung ke Hotel Santika Kuta Beach,” perintah Bu Yena. Setelah check-in di hotel, aku sempat membawakan barang ke kamar Bu Yena, sebuah kamar cottage tepat di pinggir pantai Kuta. “Ini uang buat cari hotel kecil di sekitar sini. Mobil kamu bawa. HP-kamu mesti stand-by. Kalau saya perlu keluar, saya akan telepon,” kata bu Yena. “Baik, bu!” Cerita panas Puaskan Nyonya Majikan yang haus Sex Aku mendapatkan hotel kecil tak jauh dari Santika Kuta Beach. Jam tujuh malam kurang sedikit, sehabis mandi, dan mengenakan t-shirt, teleponku bergetar. Bu Yena kirim SMS. “Charger saya ketinggalan di mobil. Bisa kau antar ke hotel?” demikian bunyi SMS itu. Aku segera beranjak. Ketika sampai di hotel, SMS Bu Yena datang lagi, “Kamu sudah sampai hotel? Bisa langsung antar charger ke kamar saya?” Bagian atas blus Bu Yena majikan ku terbuka lebar, menampakkan dadanya yang penuh di balik BH yang terurai sebelah. Bu Yena tampak begitu menikmati itu. Kepalanya terdongak dengan mata terpejam bibirnya terbuka. Kalau tak ada dinding kaca ini, aku pasti bisa mendengar desah-desah nikmatnya. Aku terpaku menikmati adegan kecil di celah sempit itu. Tak sengaja lututku menyentuh tumpukan stok barang pecah belah. Setumpuk piring jatuh berhamburan, menimbulkan suara yang pasti terdengar dari dalam ruangan. Kulihat aksi Bu Yena dan lelaki itu terhenti seketika. Aku lari menjauh, tak perlu repot-repot menata ulang piring-piring yang berserakan. Agen Sakong Satu jam kemudian Bu Yena keluar dari kantor dan minta balik ke Surabaya. Aku tak berani banyak bicara dalam mobil. Bu Yena juga tidak, tapi ia kelihatan santai sekali. Aku bertanya-tanya dalam hati apakah ia tahu aku mengintipnya tadi. Dua puluh menit kemudian, masih dalam perjalaan balik ke Surabaya, ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Dengan charger di tangan, aku bergerak ke bagian belakang hotel dan mencari cottage bu Yena. Di malam hari suasana cottage itu syahdu benar, dengan tanaman rindang, lampu redup di seputaran cottage dan deburan ombak laut tak jauh dari cottage. Aku mengetuk pintu cottage. “Masuk saja, tidak dikunci!” terdengar suara Bu Yena. Aku tak berani langsung masuk. Ragu aku berdiri di depan pintu. “Masuk, Andi!” suara Bu Yena agak meninggi, setengah memerintah. Aku mendorong pintu. Bu Yena berdiri di dekat jendela yang menghadap ke pantai dengan segelas soft-drink dengan rambut terurai dan senyum manis. Berdebar aku melihatnya. Tank-top merah ketat yang dikenakan membiarkan lekuk-lekuk dadanya terlihat jelas. Belahan dada yang indah itupun tidak tersembunyikan. Aku menatap kakinya yang jenjang. Shorts putih yang teramat pendek itu menyajikan sepasang paha mulus yang kencang. “Ini chargernya, Bu Yena. Saya taruh sini, ya!” kataku gugup. Bu Yena berjalan menghampiriku. Ya ampun! Cara berjalan itu, demikian menggetarkan dada. Seksi nian orang satu ini. “Kamu kelihatan gugup,” ujar Bu Yena tenang, menatapku dengan pandangan penuh. Tak pernah ia memandangku sedemikian rupa sebelumnya. “Lihat sekeliling. Sebuah kamar yang nyaman dengan lampu redup, dan suara debur ombak. Sempurna sekali, bukan?” kata Bu Yena dalam kerlingnya. Aroma farfum mahal itu menyergap hidungku. Aku tak tahu Bu Yena bicara apa, tapi aku menjawabnya. “Ya, benar. Sempurna,” kataku. Aku mundur beberapa langkah. Bu Yena makin dekat ke arahku. “Apa yang kau pikirkan sekarang?” tanya Bu Yena. Wajahnya tak jauh dari wajahku, “Saya….eh…saya, harus segera balik. Saya tidak ingin mengganggu kesempurnaan suasana ini,” kataku. “Begitu?” kata Bu Yena pelan, meletakkan gelas di meja di sebelahnya. “Kalau begitu, balikkan badan dan tutup pintu itu,” katanya kemudian. Aku menuruti perintahnya. Aku membalikkan badan, dan menutup pintu. “Tidak, begitu, Andi. Tutup dari dalam, bukan dari luar!” ujar Bu Yena. Aku terkejut. “Dari dalam? Maksud Ibu?”” “Ya, dari dalam. Dan kau tetap di sini. Kita cuma berdua di kamar yang romantis ini. Tidak bisakah kau lihat ranjang itu? Tidak kah kau tahu kenapa aku memanggilmu ke sini? Tidak bisakah kau lihat betapa aku menginginkanmu?” Aku diam terpaku. Tapi ada benda yang mulai terasa mekar di selangkanganku. Bu Yena mendekatiku dan mengalungkan kedua tangannya ke leherku. “Pangil aku Yena saja. Bawa aku ke ranjang itu. Aku ingin kamu cumbui aku. Bercintalah denganku. Aku pingin sekali!” Belum sempat aku mengucapkan sepatah kata. Bibir Yena telah mendarat di bibirku. Dilumatnya aku dengan rakus dan beringas. Entah kenapa aku tak lagi ragu. Kubalas lumatan bibir itu dengan tak kalah beringas. Sungguh manis dan segar bibir itu. Yena segera melepas kaosku dan melepas tank-topnya sendiri, membiarkan dada indahnya telanjang. Aku segera menyergap dada indah itu. Kukulum dan kuhisap habis-habisan puting susu Yena. Aku yakin itu yang ia suka dan ia mau sekarang. Dan aku benar. Ia mengerang dan mendesah dan membiarku aku mengeksplorasi dada dan lehernya dengan bibir dan lidahku. Kukulum lembut puting merah jambu itu dan kurema-remas dengan ritme yang embut pula. Tubuh Yena bergetar hebat. Dengan ciuman bertubi-tubi dan dorongan dadanya pula, ia menggerakkan aku ke arah ranjang dan menindihku dengan gencar, masih dengan ciumannya yang makin beringas. “Susuku. Aku mau kau hisap putingku lagi. Telusuri sekujur dadaku. Buat aku nikmat. Buat aku melayang, Andi!” “Kau akan dapatkan yang kau mau, Yena” kataku tersengal. Kuberi Yena jilatan-jilatan rakus di puting dan seputaran susunya. Ia membalasanya dengan gerakan yang sangat terlatih dan terampil. Dibalasnya aku dengan menghisap dan menggigit kecil putingku. Dan debur ombak pantai Kuta seperti mendadak membimbing Yena untuk memintaku melepaskan celana pendek yang dikenakan itu, dan ia tak sabar membantu aku melepaskan celana jeansku. Agen BandarQ Online “Lepas celanaku, Andi. Lepas dan beri aku kejantananmu,” Yena mendesah ketika mulai kuraih celana itu untuk kulorotkan. Tempik indah dan manis perempuan Cina itu menyembul dengan kerumunan rambut halus yang menyemut di sekitarnya. “Kamu mau aku menggerayangi ini dengan lidahku?” tanyaku. “Itu yang aku mau. Do it!” kata Yena. Ia membantu dirinya sendiri terlentang dan meraih kepalaku. Kubenamkan wajahku di tempik Yena dan kumainkan lidahku, merangsek sedalam mungkin ke seantero vagina yang basah dan lapar itu. Yeni merintih, mengerang, mendesah dan mengaduh nikmat. “Ohhhh! ooouhhhh! Ouuuhhhh, Andiiiii! That’s good. Terussss. Terusss. Ouuuh!” Yena terus mengerang di antara debur ombak pantai. Sejenak kemudian, ia mengangkat kepala dan meraih penisku. “Sekarang kau harus merasakan balasanku,” seloroh Yena. Ia menelan bulat-bulan penisku dan mengulumnya penuh nikmat. Iapun menarik penisku maju mundur mulai dari kecepatan rendah, sedang dan kecepatan tinggi dengan jepitan mulutnya. Aku terengah-engah dibuatnya. Sungguh ahli perempuan ini memberikan kenikmatan pada penisku. Benar-benar mabuk aku dibuatnya. Tak sabar lagi aku. Libidoku sudah naik ke ubun-ubun. Aku menindihnya, menyerang susunya sekali lagi dan membuat Yena menggelinjang liar di tempat tidur itu. Yena lebih tak sabar lagi. Ia membetot penisku dan membantuku mencari tempik basahnya. “Senangkan aku, bahagiakan aku, Andi. Aku mau kamu sejak pertama aku melihat kamu! “Kamu terlalu banyak meminta, Yena,” kataku. Kubenamkan penisku ke dalam vaginanya yang basah menantang. Kupompa dengan penuh kelembutan dengan gerakan yang kusesuaikan dengan debar nafas Yena. Kubiarkan penisku mencari titik-titik nikmat di vagina Cina seksi ini. Kuberi ia bonus gigitan-gigitan kecil di puting dan sekujur susunya. Ini membuat Yena senang bukan main. Tak bisa kujelaskan rintihan, desahan dan erangan Yena. Aku dan Yena bercinta semalam suntuk. Yena hanya memberiku istirahat sejenak sebelum ia mulai menyerang aku lagi. Ia punya banyak teknik permainan yang membuatku terperangah. Dan ia selalu meminta, meminta dan meminta. Ini membuat aku harus mengimbanginya terus, berapa kalipun ia memintanya. Kami berada di Bali seminggu penuh. Yena pintar bikin alasan untuk tidak perlu datang ke kantor cabang. Ia hanya mau aku mencumbunya terus dan terus tiada habis. Pada malam terakhir sebelum balik ke Surabaya, aku dan Yena bercinta di dalam sleeping-bag selepas tengah malam di pantai yang sunyi. Begitu balik ke Surabaya, Yena terus minta aku memuaskannya di kamar rumahnya ketika Pak Tan dan seisi rumah sedang keluar, dan di mana saja. Kami pergi ke hotel di Malang, Jogja, Madiun, Jakarta bahkan Singapura. Sering pula Yena minta aku mencumbunya di dalam mobil dan dimana saja ia menjadi horny. LINK RESMI JAMINAN DATUK NB Untuk Link Di atas Dapat Anda Gunakan Untuk Mendapatkan ID PRO DAN JP. Selamat Mencoba <3
Dantak lama dengan posisi memeluk sambil berdiri itu, saya secara perlahan membuka gesper kulitnya seraya menurunkan celana panjang Mang Sardi saat itu, dan setelah saya menurunkan celananya yang basah tersiram shower itu kemudian saya juga menurunkan celana kolor nya itu perlahan dan terlihatlah kemaluan laki-lakinya begitu mengkilat yang baru pertama kali saya lihat secara nyata dan asli di usia saya yang saat itu 19 tahun (sekarang udah 20 tahun).
Cerita Mesum Nyata kali ini masih menceritakan sebuah kisah nyata yang berjudul "Ngentot Sama Supir pribadi". ini merupakan sebuah kisah nyata yang menceritakan seorang majikan wanita yang melakukan hubungan seksual dengan supir pribadinya. jangan lupa tetap bersama kami dan dapatkan update cerita mesum nyata, cerita dewasa, cerita hot dewaasa, cerita pendek dewasa, cerita pendek seks. kisah ini berawal dari kegiatan seperti biasa, sebut saja Pak Warso supir Pribadi mengantar saya ke kantor notaris hari ini karena ada urusan yang harus yang diselesaikan. Aku duduk di jok belakang, tiba2 saja aku mengamati pak warso yang selama ini menjadi sopir keluargaku.”hhmmmm…ternyata dia boleh juga, badan dia kekar dan berotot, apalagi itu nya yah…pasti nyummi” pikiran pikiran kotor mulai mempermainkan otakku. “pak Warso…dah berapa lama sih menikah kok belum punya anak” tanyaku ” 16 tahun Bu” jawab nya singkat ” kok lom punya anak…pasti Pak Warso kurang genjotan nya” kataku mulai menjuru ” siapa bilang bu…orang saya paling jago di ranjang…istri saya saja kadang minta ampun nangis nangis” jawab nya Aku dan pak warso memang dari dulu suka bicara blak blakan tapi baru kali ini menjurus ke soal ranjang. ” aahh…Gak percaya aku pak” jawabku “apa ibu mau saya kelonin…biar percaya” jawab nya sambil masih menyetir mobil. pikiranku semakin tidak menentu membayangkan tangan tangan Pak warso menyusuri tiap inchi kulit tubuhku. ” nggak ah pak laki laki mah besar di mulut doank…kek tamu tak di undang…belum juga di suruh masuk udah keluar duluan’ jawab ku sedikit menantang. ” Bu…andai saja Ibu bukan majikan saya, dah dari dulu ibu saya perkosa” jawab nya dan membuat aku terkejut. Sepulang dari kantor notaris pikiranku masih saja memikirkan kata kata pak Warso ingin rasanya menikmatin benjolan di balik seleting celananya itu. “pak, tolong belikan ini ya…pake uang bapak dulu deh nanti aku ganti” kataku sambil menyerahkan secarik kertas yang sebenar nya bukan lah catatan belanja melainkan tulisanku menantang dia. ” PAK…AKU TUNGGU SAMPAI DIMANA KAMU BERANI SAMA AKU….KALO MEMANG JANTAN BUKTIKAN” tulisku di kertas itu. Aku menuju meja makan setelah memberikan note kecil pada pak warso, aku duduk di meja makan, yang arah nya membelakangi ruang tamu. Tiba tiba saja aku merasakan tangan kekar mencengkeram susuku, meremas nya dengan gemas nya, dan nafas memburu terdengar jelas di telingaku. ” aaahhhh…kamu mau aku entot dimana…katakan…hhhhmmmmm….” katanya sambil terus melumat kupingku dan meremas remas payudaraku yang montok. ” ssshhhh…..aaahhhh pak…terusin pak….nikmat sekali” jawabku sambil mulai meraih bibir nya, aku semakin bernafsu ketika tangan pak warso turun keselakanganku. aku semakin gila meneima rangsangan itu. “ooohhhh….hhhhmmmm….terusin pak….ayo pak terusin” dan tiba tiba aku merasa remasan remasan dia mengendor bersamaan lenyap nya dia dari belakangku. Aku kecewa bukan kepalang , aku masuk kamar dan menutup pintu. Keesokan hari nya aku sengaja nggak ngomong apa apa ke pak warso , aku masih marah akibat kejadian semalam. dalam perjalanan ke kantor ku, aku hanya membisu. ” maafin aku bu, habis situasi nya seperti itu” tiba tiba dia membuka pembicaraan. ” sudah lah pak, kalo memang nggak bisa muasin orang nggak usah banyak bicara” jawabku ketus Tapi tiba tiba laju mobil memutar ke arah menjauh dari arah ke kantorku, menuju pinggiran kota. ” mau kemana sih pak, aku bisa telat loh ” protesku. Mobil terus melaju cepat menuju arah utara mendekati area pantai. sepuluh menit kemudian pak warso membelok kan mobil menuju ke sebuah Hotel. dalam hati aku tersenyum sendiri. Setelah pesan kamar, Pak warso membawa mobil masuk ke dalam, dan parkir di depan salah satu kamar. Hotel ini memang bagus karena memiliki kamar sweet yang indah dengan harga yang tak seberapa mahal. Pak warso membuka pintu mobil, aku pura pura diam tak menghiraukan dia. Lalu pak warso menarik tanganku masuk ke kamar hotel. sesampai nya di kamar belum sempat aku berbicara, pak warso telah memelukku dengan erat dan menciumku dengan penuh nafsu. ” aaahhh…pak….ooohhhh…” desah ku sambil membalas kecupan kecupan nya, lidah pak warso bermain main di rongga mulutku. ” sekarang kau boleh minta apapun yang kamu mau, aaaaahhh…aku sudah lama ingin mencumbu mu” kata pak warso di sela sela ciuman nya. Tangan pak warso dengan kasar meremas kedua bukit kembarku, remasan yang kasar semakin membuat aku gila, tubuhku meliuk bagai kan penari yang gemulai. Tangan pak warso mulai turun menyusuri perut ku …meraba pantat ku yang padat berisi. ” Bu….aaaahhh…aku sudah lama menanti saat saat seperti ini…ssshhh….aaahhhh….aku akan puas kan kamu ” kata pak warso sambil terus menciumiku. ciuman itu turun ke bagian dadaku, sementara tangan kanan pak warso mulai menyelinap di balik rok spanku. “Ooohhh….pak …ssshhhh…terus pak..puas kan aku hari ini” kataku ” hari ini aku milik mu pak…aaahhh….terus pak…terus…” kata kata yang tak terkontrol keluar begitu saja. Pak warso membuka satu persatu kancing kemeja kerja ku, dan melepas rokku dan melempar nya begitu saja. aku di dorong nya ke dinding. masih dengan beringas nya pak warso menciumi, menciumi payudaraku, yang masih terbungkus bra, aku mengeliat geliat tak karuan. ” Bu…kamu begitu cantik, tubuh mu begitu indah…aku ingin menikmati tubuh indah mu ini” celoteh pak warso, sambil tangan nya membuka pengait braku, seketika itu payudaraku yang montok menjadi sasaran lidah pak warso. “terus pak…isep pak…isep terus…gigit…gigit puting nya pak” cercau ku ” OOohhh…indah nya….aaahhh…nikmat nya susu kamu bu” ” ayo pak …cepet pak nikmatin tubuhku ini…isep susuku yang montok ini” “aahhhkk….oooohhhh….” aku memekik ketika pak warso tiba tiba saja menyentuh bagian yang paling sensitif itu. Tangan pak warso mengelus elus memekku yang sudah basah. ” pak…terus ..aaahhh…masukin jari nya pak ..ayo pak..” aku memohon padanya Pak warso jongkok di depanku, menarik pahaku kananku dan menaruh nya di pundak nya, kemudian pak warso menjilati memekku dengan rakus nya. ” ooohhh…pak…oh yah…ahhhh…terus pak…terus pak masukin lidah nya yang dalam pak” ” hhmmm….enak nya memek mu Bu…ahhh…ini itil nya ya bu…aku isepin ya sayang” kata pak warso. ” iya pak…isep pak..isep pak…terus pak ” ” ooohhhhhh……….aaaaaahhhhhhh….aaaaahhh….ahhhh…pak aku…aku…oohh…paaaak ..aku…” dengan menghentak hentak kan pinggulku tanganku menekan kuat kuat kepala pak warso, tubuhku terasa kejang dan kakiku gemetar, bagaikan mengeluarkan bongkahan batu yang teramat berat dri dalam rahimku. aku mencapai orgasme yang pertama, kaki ku masih gemetar, pak warso tau aku tak bisa berdiri, dia menggendongku ke ranjang. Kemudian dia menelpon room service memesan juice orange kesukaanku. Pak warso kembali menciumiku, melumat bibirku, kembali aku di permainkan nafsuku, kali ini aku lebih agresif, kubalas ciuman pak warso dan tanganku mengelus pundak pak warso. ciumanku merambat ketelinga pak warso, kusapu habis telinga pak warso dengan lidah ku, kemudian ciumanku turun ke leher pak warso. Pak warso mendesah. ” aaahh…terusin sayang ciumi aku sampai kau puas” ceracau nya tangan pak warso mempermainkan payudaraku, meremas dan memilin putingnya yang mulai mengeras. Tanganku mulai pindah ke ikat pinggang pak warso, segera saja aku buka ikat pinggang itu dan menurun kan celana panjang pak warso. terlihat jelas benjolan di balik celana dalam itu. Aku berjongkok di depan pak warso, perlahan ku turun kan celana dalam itu dan….wow besar nya, gumam ku. aku mengulum batang pak warso yang keras bagaikan gada besi. ” ooohhhh….terus isep sayang…yah …yah…ohhh…aaahhhh ” pak warso mengerang ” aaaahhh…..terus sayang kulum habis kontol ku…aaahhhh ” aku mengulum terus memain kan lidah ku di ujung nya yang merah mengkilat, dan menusuk nusuk kan lidah ku ke lubang yang imut itu. ” eeemmmm….pak …aaahhh kontol bapak nyumi sekali” desahku, sambil terus mengocok batang pak warso dengan bibirku, ku isep dan ku mainkan buah pelir yang menggelantung itu. ” aaaahhhh…..aaahhhh….” pak warso mendesah desah ketika aku menghisap buah peler nya. Pak warso menarik bahuku, dan mendorong tubuhku ke ranjang, aku telungkup di ranjang , dengan posisi setengah badan di ranjang dan kaki ku menjuntai ke lantai. Pak warso menarik ke dua kakiku agar melebar. pak warso kemudian sedikit menurun kan badan nya, memukul mukul kan batang itu ke bongkahan pantat ku. ” aaahhh…pak ….ayo pak …aku sudah tidak tahan jangan permainkan aku pak” kata ku menghiba. pak warso membalik kan badanku , kemudian pak warso menusuk kan gada yang merah itu ke lubang vaginaku. ” aaahhhkkkk….pak sakit pak…sakit…” teriak ku sata kontol besar itu mencoba menyeruak masuk, aku mendorong kaki pak warso dengan kaki ku agar menjauh. pak warso lalu jongkok di depan vaginaku, dan menyapu bibir vagina itu dengan lidah nya. ” aaahhh…pak …oooohhhh….terus pak…terusin pak…” ” aku masukin lagi ya sayang” kata pak warso aku tidak menjawab aku hanya menanti batang itu masuk ke memekku yang sudah lapar dan haus akan kenikmatan itu. ” aaaahhhhkkkk….pelan pelan pak…ouch…sakit pak…sakit…” rintihku pak warso dengan perlahan dan pasti menusukkan kontol besar itu ke memekku. ” ooohhh sayang…sempit sekali…seperti punya perawan…aaahhh ” Kontol itu masuk keseluruhan pak warso diam sejenak , menunggu agar memek basahku bisa menerima kontol yang besar itu. ” yah pak…iyah…iyah…terus pak ..terus…masukin yang dalam pak terus…ooohhh” ” sayang memek kamu nikmat sekali….memek kamu sungguh nikmat…aku akan entot kamu sayang…aku akan memuaskan kamu” oceh pak warso ” ooohhh pak terusin pak…kontol bapak besar dan nikmat….oh ya…yah..yah…” ceracauku diantara sodokan sodokan kontol pak warso. pak warso menarik kontol nya dan memintaku turun ke lantai yang beralaskan selimut, dia memintaku nungging. pak warso membungkukkan bandan nya dan menciumi pantat ku, kemudian dia melebarkan bongkohan pantatku. lidah pak warso menyapu anusku. ” aahhkkk…pak…ooohhh….terus kan pak…iyah…jilati pak..ayo jilati terus anusku pak” ” eemmm…nikmat nya sayang…aku amat suka anus kamu yang indah ini” kata pak warso Kemudian pak warso berdiri dan mulai menusuk nusuk kan kontol nya, kenikmatan tiada tara membawa aku meliuk dan bergoyang mengikuti sodokan demi sodokan dari kontol pak warso. ayo pak…yang keras pak..yang keras…ooohhh …aaahhh” ” pak aku mau keluar pak…aaahhh…ayo pak cepetan pak…yang kenceng pak terus pak sodok memek aku pak…entot yang kuat pak …ayo pak.” ceracau ku ” iya sayang aku juga mau keluar…aaahhh…” ” pak…oooohhhh….aaahhhh aku kelu…ak..aku…akukeluar paaak” dengan hentakan keras ke belakangdan pak warso dengan hentakan keras kedepan aku merasakan seakan akan kontol itu menembus anusku. ” aaahhhhhh……..sayang….ooooohhhhh….oooohhhhhh” terang pak warso yang di iringi semburan hangat di vaginaku. kami berdua ambruk di lantai…menikmati sisa sisa kenikmatan sorga dunia itu. selesai
PerselingkuhanSopir Dengan Majikan dan Anaknya. Sungguh beruntung nasib sopir bernama Yudi yang berhasil mendapatkan sebuah kenikmatan di dalam keluarga tempat dia bekerja. Cerita panas ini adalah kisah perslingkuhan Yudi dengan Majikannya dan merembet ke anaknya yang masih SMU. Vivi baru aja pulang dari sekolah.
v/4706904111/. cerita majikan ngentot sopir. nude memek mulus. bokep orang kampung jaman dulu. jhumka xnxx song. call girls in hyderabad. ngentot istri. brother sister badi sex. Night sex real girls Islamabad number.
CeritaDewasa Selingkuh Bersama Sopir Kontol Gede. Cerita Dewasa - Dalam kehidupanku gak ada masalah dalam rumah tangga maupun lingkungan kerjaku, Suamiku juga amat pengertian dan memenuhi segala kebutuhanku baik lahir maupun batin. Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan adat jawa.
PakSulaiman, lelaki tua yang tinggal tak jauh dari rumah kami kena stroke. Ia harus istirahat total dan berhenti menyupir untuk majikan nya. Kata istriku, majikan pak Sulaiman butuh supir baru segera. Istriku mengangsurkan secarik kertas bertuliskan nama dan alamat majikan Pak Sulaiman.
Dantak lama dengan posisi memeluk sambil berdiri itu saya secara perlahan membuka gesper kulitnya seraya menurunkan celana panjang mang Sardi supir ku saat itu, dan setelah saya menurunkan celananya yg basah tersiram sower itu kemudian saya juga menurunkan celana kolor nya itu perlahan dan terlihatlah kemaluan laki2nya begitu mengkilat yang baru pertama kali saya lihat secara nyata dan asli di usia saya yang saat itu 20 tahun(sekarang udah 21 tahun),
Soujirouジークレー版画作品 絵画通販 WAシリーズ 絵のある暮らし 和TASTE 壁掛けフック付き ランキング1位獲得作品 ,「湖畔を駈ける」藤谷壮仁郎(Soujirou)ジークレー版画作品(絵画通販),「湖畔を駈ける」ランキング1位獲得作品,/cerita-sex-kisah-birahi-supir-dengan-istri-majikan/,ホビー , アート・美術品・骨董品・民芸品 , 絵画 , 版画 , その他,14248円,藤谷壮仁郎(Soujirou
Xlcf1.