Hasilpenelitian ditemukan bahwa kontrastif interogatif polar bahasa Jepang dan bahasa Indonesia terbentuk dari 1) penggunaan intonasi, 2) partikel interogatif, dan 3) tag interogatif. Persamaan bentuk konstruksi interogatif polar bahasa Jepang dan Indonesia terdapat pada aspek intonasi sebagai hal utama dalam pembentukan konstruksi interogatif

dan perbedaannya Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan perbedaan antara bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Dengan mengenali persamaan dan perbedaan kedua budaya itu, kita akan semakin dapat memahami keanekaragaman pola hidup yang ada, yang akan bermanfaat saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak yang berasal dari budaya yang berbeda. Kesulitan utama dalam membuat perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang disebabkan perbedaan karakteristik kedua bangsa tersebut. Bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa tidak berarti 15 suku bangsa, karena termasuk di dalamnya sign language untuk tuna rungu. Mereka telah memiliki sejarah jauh lebih panjang, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Iklan Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter unik salah satu suku yang ada. Bahasan dalam makalah ini dibatasi pada perbandingan budaya Indonesia dan Jepang dari segi-segi sebagai berikut Nama dan tanda tangan, cara pemakaian gestur untuk penghormatan kepada yang lebih tua/dihormati. A. Tradisi penamaan di Jepang Nama di Jepang terdiri dari dua bagian family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan kuyakusho, selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi Meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survei yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga [2]. Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”家 dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti ayah, ibu dan anak, dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak. B. Tradisi penamaan di Indonesia Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia Suku Jawa sekitar 45% dari seluruh populasi biasanya diawali dengan Su untuk laki-laki atau Sri untuk perempuan, dan memakai vokal “o”. Contoh Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Sundasekitar 14% dari seluruh populasi banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, CecepSuku Batak beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Minahasa beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Bali Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb. C. Perbandingan kedua tradisi Persamaan antara kedua tradisiBaik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama first name sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro” 郎, sedangkan perempuan berakhiran “ko” 子 Perbedaan antara kedua tradisi sbb. Di Jepang, nama keluarga dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi, tetapi di Indonesia nama keluarga ini tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan. Nama family/marga tidak diperkenankan untuk dicantumkan di akta kelahiran. Di Jepang setelah menikah seorang wanita akan berganti nama secara resmi mengikuti nama keluarga suaminya. Sedangkan di Indonesia saat menikah, seorang wanita tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara first name dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi/pencatatan resmi di kantor pemerintahan. Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji, sedangkan di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak unik yang timbul akibat perbedaan budaya Bagi orang Indonesia yg datang di Jepang, saat registrasi, misalnya membuat KTP sering ditanya mana yang family name, dan mana yang first name. Hampir setiap saat saya harus selalu menjelaskan perbedaan tradisi antara Indonesia dan Jepang, bahwa di Indonesia tidak ada keharusan memiliki family name. Umumnya hal ini dapat difahami dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi adakalanya kami harus menentukan satu nama sebagai family name, misalnya saat menulis paper artikel ilmiah resmi, atau untuk kepentingan pekerjaan. Saat itu saya terpaksa memakai nama “Nugroho” sebagai family name agar tidak mempersulit masalah administrasi. Demikian juga saat anak saya lahir, kami beri nama Kartika Utami Nurhayati. Nama anak saya walaupun panjang tidak ada satu pun yang merupakan nama keluarga. Tetapi saat registrasi, pihak pemerintah Jepang kuyakusho meminta saya untuk menetapkan satu nama yang dicatat sebagai keluarga, karena kalau tidak akan sulit dalam pengurusan administrasi asuransi. Akhirnya nama “Nurhayati” yang letaknya paling belakang saya daftarkan sebagai nama keluarga. Bagi orang Jepang hal ini akan terasa aneh, karena dalam keluarga kami tidak ada yang memiliki nama keluarga yang sama. Masih berkaitan dengan nama, adalah masalah tanda tangan dan inkan stempel. Di Indonesia dalam berbagai urusan adminstrasi formal sebagai tanda pengesahan, tiap orang membubuhkan tanda tangan. Tanda tangan ini harus konstan. Banyak orang yang memiliki tanda tangan berasal dari inisial nama, tetapi dengan cara penulisan yang unik yang membedakan dengan orang lain yang mungkin memiliki nama sama. Tanda tangan ini juga yang harus dibubuhkan di paspor saat seorang Indonesia akan berangkat ke Jepang. Tetapi begitu tiba di Jepang, tanda tangan yang semula memiliki peran penting, menjadi hilang perananannya. Tanda tangan di Jepang tidak memiliki kekuatan formal. Tradisi masyarakat Jepang dalam membubuhkan tanda tangan adalah dengan memakai inkan stempel. Biasanya inkan ini bertuliskan nama keluarga. Ada beberapa jenis inkan yang dipakai di Jepang. Antara lain “Mitomein” 認印 dipakai untuk keperluan sehari-hari yang tidak terlalu penting, misalnya saat menerima barang kiriman, mengisi aplikasi.“Jitsuin” 実印 dipakai untuk keperluan penting, seperti membeli rumah, membeli mobil. Inkan tipe ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan.“Ginkoin” 銀行印 dipakai untuk membuka rekening di bank“Jitsuin” dan “ginkoin” sangat jarang dipakai dan harus disimpan baik-baik. Karena kalau hilang akan menimbulkan masalah serius dalam bisnis. Bagi orang asing saat masuk ke Jepang harus membuat inkan. Untuk membuat rekening bank, kita tidak boleh memakai tanda tangan, dan harus memakai inkan. Kecuali yubinkyoku masih membolehkan pemakaian tanda tangan. Karena tidak punya kebiasaan tanda tangan, banyak maka orang Jepang kalau diminta untuk menanda tangan di paspor misalnya, umumnya mereka menuliskan nama lengkap mereka dalam huruf kanji. Barangkali karena inilah maka kalau saya diminta seorang petugas pengiriman barang, untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti terima, dia berkata “tolong tuliskan nama lengkap anda”, padahal itu di kolom signature. Sepertinya untuk mereka, tanda tangan sama dengan menulis nama lengkap. D. Pemakaian gesture/gerak tubuh untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang Salah satu topik menarik untuk dibahas adalah bagaimana memakai bahasa tubuh untuk mengungkapkan penghormatan. Jepang dan Indonesia memiliki cara berlainan dalam mengekspresikan terima kasih, permintaan maaf, dsb. Ojigi Dalam budaya Jepang ojigi adalah cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb. Ada dua jenis ojigi ritsurei 立礼 dan zarei 座礼. Ritsurei adalah ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan. Sedangkan zarei adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk. Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3 saikeirei 最敬礼, keirei 敬礼, eshaku 会釈. Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan. Saikeirei adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei sekitar 30-45 derajat, sedangkan eshaku sekitar 15-30 derajat. Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam. Adapun dalam budaya Indonesia, tidak dikenal tangan Tradisi jabat tangan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang melambangkan keramahtamahan dan kehangatan. Tetapi di Indonesia kadang jabat tangan ini dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan. Jika dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis kelamin, ada kalanya tangan mereka tidak bersentuhan. Letak tangan setelah jabat tangan dilakukan, pun berbeda-beda. Ada sebagian orang yang kemudian meletakkan tangan di dada, ada juga yang diletakkan di dahi, sebagai ungkapan bahwa hal tersebut tidak semata lahiriah, tapi juga dari tangan Tradisi cium tangan lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari seorang anak kepada orang tua, dari seorang awam kepada tokoh masyarakat/agama, dari seorang murid ke gurunya. Tidak jelas darimana tradisi ini berasal. Tetapi ada dugaan berasal dari pengaruh budaya Arab. Di Eropa lama, dikenal tradisi cium tangan juga, tetapi sebagai penghormatan seorang pria terhadap seorang wanita yang bermartabat sama atau lebih tinggi. Dalam agama Katolik Romawi, cium tangan merupakan tradisi juga yang dilakukan dari seorang umat kepada pimpinannya Paus, Kardinal. Di Jepang tidak dikenal budaya cium tangan. Cium pipi Cium pipi biasa dilakukan di Indonesia saat dua orang sahabat atau saudara bertemu, atau sebagai ungkapan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya dan sebaliknya. Tradisi ini tidak ditemukan di Jepang. Sungkem Tradisi sungkem lazim di kalangan masyarakat Jawa, tapi mungkin tidak lazim di suku lain. Sungkem dilakukan sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tuanya, seorang murid kepada gurunya. Sungkem biasa dilakukan jika seorang anak akan melangsungkan pernikahan, atau saat hari raya Idul Fitri bagi muslim, sebagai ungkapan permohonan maaf kepada orang tua, dan meminta doa restunya. Baik budaya Jepang maupun Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan rasa hormat, rasa maaf. Jabat tangan adalah satu-satunya tradisi yang berlaku baik di Jepang maupun Indonesia. Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang. Penutup Perbandingan dan persamaan budaya antara Indonesia dan Jepang bermanfaat untuk mengetahui pola berfikir bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Salah satu kesulitan utamanya adalah perbedaan karakteristik kedua bangsa bangsa Jepang relatif homogen, sedangkan bangsa Indonesia sangat heterogen. Karenanya, perbandingan akan lebih mudah jika difokuskan pada satu suku bangsa di Indonesia. Misalnya budaya Jepang dengan budaya Jawa Tengah, atau budaya Jepang dengan budaya Sunda. Ikuti tulisan menarik Saina Afrisa lainnya di sini. SEORANGPENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Sebutkan persamaan dan perbedaan indonesia dengan jepang masing masing tempat INI JAWABAN TERBAIK 👇 Persamaan:1. Masih banyak petaniMeskipun Jepang merupakan negara maju, namun masih banyak masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, seperti halnya di Indonesia. Yang lebih menarik lagi, di kedua negara tersebut, tanaman pangan pokok yang paling banyak
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia dan Jepang menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1958. Keduanya adalah dua negara Asia yang memiliki hubungan sejarah, ekonomi, dan politik. Kedua negara mengalami masa sulit dalam Perang Dunia II ketika Hindia Belanda saat itu diduduki oleh Tentara Kekaisaran Jepang selama tiga setengah tahun. [1] Jepang adalah mitra dagang utama Indonesia. Jepang merupakan mitra ekspor terbesar Indonesia dan juga merupakan donor utama bantuan pembangunan ke Indonesia melalui Japan International Cooperation Agency. Indonesia adalah pemasok penting sumber daya alam seperti gas alam cair ke Jepang. Kedua negara tersebut merupakan anggota G20 dan APEC. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar ekspatriat Jepang sedangkan di Jepang terdapat sekitar warga negara Indonesia yang bekerja dan mengikuti memiliki kedutaan besar di Tokyo dan konsulat di Osaka. Jepang memiliki kedutaan besar di Jakarta, Konsulat Jenderal di Surabaya, dan Konsulat di Medan, Denpasar, Polling BBC World Service 2014, 70% orang Indonesia memandang pengaruh Jepang secara positif, dengan 14% menyatakan pandangan negatif, menjadikan Indonesia salah satu negara paling pro-Jepang di banyak kesamaan budaya antara budaya kuno Indonesia dan Jepang. Misalnya, kuil Bali dan kuil Jepang 1 Matsuri festival Jepang sangat mirip dengan Indonesia Bali sehingga orang dapat bertanya-tanya apakah salah satunya tidak ditiru dari yang lain. Selama kremasi di Bali, jenazah diangkut di kuil portabel, mirip dengan cara orang Jepang membawa mikoshi mereka. Pemakaman di Bali sangat menyenangkan dan orang-orang mengayunkan kuil portabel di jalan-jalan dan membuat suara keras untuk menakut-nakuti roh jahat. 2. Rumah Jepang dan Bali memiliki dinding yang mengelilinginya, awalnya dimaksudkan untuk mencegah roh jahat menembus Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama nama depan sering memilih kata-kata yang melambangkan arti yang baik, sebagai doa agar anak menjadi jalan hidup yang Senioritas sangat penting dalam segala bidang baik di Jepang maupun di IndonesiaSelain itu, Di Jepang, Anda harus melepas sepatu Anda sebelum masuk ke rumah Anda atau rumah teman Anda dan di sini di Indonesia, kami juga melakukan budaya yang sama. Jika Anda datang ke rumah Indonesia mana pun di negara ini, Anda diharapkan melepas sepatu Anda dan masuk ke rumah dengan sepatu Anda dianggap tidak sopan di Jepang, ketika mereka tidak setuju dengan Anda, mereka cenderung tidak akan mengatakannya di depan Anda. Kami juga melakukan hal yang sama di sini di Indonesia. Jika kami tidak setuju dengan Anda, kami juga tidak akan mengatakannya di depan Anda. Katakanlah Anda mencoba meminta seorang gadis Indonesia untuk pergi keluar dan dia tidak menginginkannya, dia tidak akan mengatakan tidak di depan Anda tetapi dia akan berkata "Saya lagi sibuk atau mungkin lain kali". Orang Jepang menggunakan isyarat untuk menunjukkan rasa hormat dengan membungkuk dan orang Indonesia juga menggunakan isyarat untuk menunjukkan rasa hormat tetapi kami tidak membungkuk seperti orang Jepang untuk menunjukkan rasa hormat beberapa kesamaan budaya. Saya bisa menyebutkan beberapa kesamaan antara Jawa, sebagai bagian dari Indonesia dan Keduanya adalah orang Mongoloid Asia. Ini bukan kesamaan budaya, keduanya bisa menjelaskan kesamaan di kedua Kedua orang tersebut dikenal karena Kedua orang itu agak Kedua budaya menghindari konfrontasi, keduanya berusaha menjaga keharmonisan, dan menghindari orang lain kehilangan Kedua bahasa tersebut, yaitu bahasa Jawa dan Jepang, menggunakan sebutan kehormatan dan bahasa Kedua budaya itu Beras memainkan peran penting dalam kedua budaya Kedua negara itu adalah Orang Jawa adalah orang Austronesia, sedangkan orang Jepang mungkin memiliki populasi substrat Austronesia. Ada beberapa kata pinjaman Austronesia dalam bahasa Jepang. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
peribahasayang terbentuk dari kata hito dan membandingkannya dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia,.dengan alasan itulah penulis mengambil judul penelitian "Analisis Persamaan Makna Peribahasa Jepang yang Terbentuk dari Kata Hito dengan Bahasa Indonesia (Studi Komparatif Bahasa Jepang dengan Bahasa Indonesia)". 2. Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang sangat erat dalam berbagai bidang sekarang ini. Contohnya di bidang otomotif, dimana banyak pabrikan Jepang yang memproduksi mobil dan motor di Indonesia. Kerjasama yang lain dalam bidang pendidikan. Dimana banyak beasiswa yang diberikan pemerintah Jepang kepada pelajar Indonesia yang berprestasi. Ada beberapa persamaan Dibalik kerjasama yang erat dalam berbagai bidang tersebut, ternyata Indonesia dan Jepang memiliki beberapa persamaan yang perlu diketahui. Mungkin ada beberapa dari anda yang belum menyadarinya, tapi segera setelah membacanya dibawah ini, maka andapun akan mendapat pencerahan. Ok, dibawah ini adalah beberapa persamaan antara Indonesia dan Jepang, "Check it out!!!"1. Satu benua Betul kan? Indonesia dan Jepang berada dalam satu benua yang disebut dengan Asia. Walaupun jarak kedua negara jauh, tapi tetap saja berada dalam satu benua. Yang menjadi pembeda adalah letak kedua negara ini berdasarkan kawasannya. Indonesia berada di kawasan asia tenggara dan Jepang ada di kawasan asia Benderanya Ada apa dengan bendera kedua negara ini? Apakah yang sama? Bendera Indonesia dan Jepang Kira-kira persamaan apa yang anda bisa lihat dari kedua bendera tersebut? Bagaimana, sudah tahu yang membuat keduanya sama? Iya, tentu saja adalah warnanya. Benderanya sama-sama terdiri dua warna Dan kedua warnanya pun sama, yaitu merah dan putih. Memang bentuk tampilan benderanya berbeda. Kalau Indonesia warna merah dan putihnya sama-sama persegi panjang, sedangkan bendera jepang warna merahnya berbentuk bulat. Pengucapakan kata antara bahasa indonesia dan jepang hampir sama lho. Kalau dalam bahasa indonesia, kita mengucapkan semua huruf yang ada dalam satu kata, di jepang pun hampir berlaku semua itu. Contoh kami Kami dalam bahasa jepang artinya kertas dan dalam bahasa indonesia menunjukkan kumpulan beberapa orang. Tapi cara pengucapannya dalam bahasa jepang sama, dibaca layaknya bagaimana kita mengucapkan "kami" dalam bahasa indonesia. ari Pengucapannya ya "ari", tanpa ada perubahan yang berarti dan mirip dengan bahasa indonesia. Mungkin yang membedakan hanya intonasinya saja. Kalau pengucapan bahasa indonesia dan inggris tentu tidak sama kan? Ada kata yang diucapkan berbeda dengan tulisannya. Anda pasti sudah tahu kan bagaimana bedanya? 4. Sering dilanda gempa bumi Kedua negara ini memang sangat sering dilanda gempa bumi dan bahkan sering diikuti dengan air laut yang naik ke permukaan, atau disebut dengan tsunami. Mungkin masih ingat bagaimana gempa bumi besar pernah terjadi di Aceh tepatnya pada tahun 2004 dan juga yang terjadi di Jepang tahun 2011. Kedua gempa ini mengakibatkan terjadinya tsunami yang menyebabkan kerusakan parah diberbagai daerah yang dilaluinya. Kalau di Jepang sangat dikenal dengan huruf Hiragana, Katakanan dan Kanji, dimana karakter hurufnya tidak sama dengan huruf yang dipakai di banyak negara, yaitu huruf romawi huruf yang sehari-hari kita gunakan untuk menulis Tapi di daerah Bali dan Jawa, terkenal dengan huruf A, Na, Ca, Ra Ka. Dimana huruf-huruf aslinya tidak berupa huruf romawi. Sedikitnya ini bisa menjadi persamaan bagi Indonesia dan Jepang yang sama-sama memiliki huruf non-romawi. Walaupun Jepang adalah negara yang maju, namun disana masih banyak penduduknya yang bertani, sama dengan di Indonesia. Kemudian yang lebih menarik lagi adalah dikedua negara ini, tanaman pangan pokok yang banyak ditanam adalah Makanan pokoknya Indonesia dan Jepang sama-sama menggunakan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Sering kan melihat orang Jepang makan nasi menggunakan sumpit?8. Terdiri dari pulau-pulau Jepang juga merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau, sama dengan negara kita Indonesia. Di Jepang sendiri ada beberapa pulau besar yang banyak didiami oleh penduduknya. Berbentuk negara kepulauan, kedua negara ini memang sangat banyak menghasilkan produksi ikan dan hasil laut lainnya. Para penduduk di kedua negara inipun banyak yang berprofesi sebagai Menghargai warisan budaya leluhur Sampai sekarang kita masih bisa melihat bagaimana warisan budaya dari para leluhur tetap eksis di masing-masing negara. Kalau Indonesia banyak mempunyai budaya tradisional dalam hal pakaian, makanan dan festival, di Jepang pun juga sama. Masyarakat di kedua negara terus melestarikan warisan adi luhung tersebut. Bahkan mendatangkan keuntungan ekonomis yang tinggi. Dibuktikan dengan banyaknya kunjungan wisatawan luar negeri yang kepincut melihat bagaimana tradisi itu dilakukan. Mereka membutuhkan hotel, makanan, pakaian dan juga oleh-oleh untuk dibawa pulang. Akhirnya, masyarakat lokal mendapatkan peluang ekonomi yang menggiurkan dan sehingga meningkatkan pendapatan mereka. Kesimpulan Ternyata Indonesia dan Jepang memiliki banyak persamaan ya. Mulai dari warna bendera, pekerjaan, kondisi geografis sampai bagaimana cara penduduknya untuk menjaga warisan budaya dari para leluhur. Dan Jepang adalah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sayapun tidak sabar untuk segera berada disana dan merasakan bagaimana suasana kehidupan sehari-harinya Ngareeepppp... 😂😂 Baca juga ya Belajar berbagai frasa bahasa jepang Mengambil manfaat dari anime jepang dan drama korea Tempat mencari lirik anime plus translate english Uniknya Indonesia
BJuntuk orang Indonesia maupun BI untuk orang Jepang 1.4 Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperjelas pendeskripsian sistem bunyi (fonem) BI dan BJ. Dengan demikian, maka diketahui persamaan dan perbedaan sistem bunyi (fonem) kedua bahasa. Begitu pula, dengan diketahuinya hal
Jepang terkenal akan keanekaragaman budayanya, begitupun Indonesia. Kedua negara ini sama-sama memiliki keunikan dan nilai tradisional yang masih bisa dilihat sampai sekarang. Namun hal tersebut hanyalah satu dari sekian persamaan budaya Jepang dan Indonesia. Masih ada banyak kemiripan lainnya antara dua negara di Asia ini. Banyaknya persamaan budaya Jepang dan Indonesia bisa jadi mendorong hubungan kedua negara semakin akrab. Terbukti sejumlah kerjasama terjalin, baik di bidang bisnis, pendidikan, hingga politik. Rasanya seperti memiliki saudara jauh, Jepang dan Indonesia saling menguatkan di berbagai aspek kehidupan. Aspek kebudayaan adalah aspek yang paling potensial sebab kedua negara bisa saling mempelajari dan memadukannya. Kerja Sama Jepang dan Indonesia di Bidang Kebudayaan Hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia telah terjalin lama sekali, yakni sejak penandatanganan Perjanjian Perdamaian pada 20 Januari 1958. Awalnya Jepang ingin membantu roda perekonomian Indonesia yang saat itu stabilitas politiknya sedang tidak baik. Namun hubungan tersebut berkembang menjadi kerja sama yang saling mendukung satu sama lain. Salah satu bidang yang terus dikembangkan adalah bidang kebudayaan. Kerja sama ini semakin menguat dan mengalami berbagai inovasi. Jaman dulu mungkin masing-masing negara saling unjuk diri kebudayaannya. Kini program tersebut dikombinasikan dengan bidang pendidikan sehingga muncullah beasiswa pertukaran pelajar untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan, baik pelajar Jepang yang datang ke Indonesia maupun sebaliknya. Bentuk kerja sama lainnya dalam rangka pengarsipan warisan budaya untuk membangun sistem data data base kebudayaan yang terintegrasi antara Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia . Selain itu, hal ini pun sejalan dengan UU Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sebagai wujud timbal balik, KBRI Indonesia di Jepang turut memberikan kontribusi di bidang kebudayaan sebagai salah satu perwakilan negara Indonesia di sana. Artikel Pilihan Persamaan Budaya Jepang dan Indonesia Saat membicarakan kebudayaan, artinya ada banyak hal yang bisa dibahas. Sebab kebudayaan tidak terbatas pada kesenian. Lebih dari itu, kebudayaan adalah cara hidup suatu kelompok masyarakat yang terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu karena terus beradaptasi dengan segala perubahan. Dilihat dari beberapa aspek, berikut adalah persamaan budaya Jepang dan Indonesia lainnya 1. Makanan Pokok Sangat menarik membicarakan kuliner kedua negara ini. Masing-masing memiliki cita rasa khasnya sendiri namun sebenarnya memiliki persamaan mendasar. Jepang dan Indonesia sama-sama menjadikan nasi sebagai sumber makanan pokoknya. Bedanya, orang-orang Jepang menyantap nasi dengan sumpit, sedangkan di Indonesia masyarakatnya makan nasi dengan sendok atau tangan secara langsung. Persamaan ini bisa jadi disebabkan masih banyaknya profesi petani yang menanam padi di pedesaan. 2. Olahraga Olahraga bisa menjadi salah satu alat pemersatu negara-negara. Terlihat dari adanya pertandingan atau olimpiade yang digelar secara internasional. Dilihat dari beberapa cabang olahraga, ternyata orang Jepang dan Indonesia memiliki kemampuan yang sama, misalnya di cabang olahraga badminton atau bulutangkis. Cabang olahraga lainnya adalah bela diri. Seni bela diri tradisional Jepang dinamakan judo, sedangkan dari Indonesia adalah silat. Walaupun kedua namanya berbeda, jika dilihat sekilas gerakan dan strateginya hampir serupa. 3. Seni Teater Ada beberapa seni pertunjukkan tradisional Jepang yang hingga kini masih bisa dinikmati. Contohnya adalah kyogen, yakni sebuah teater klasik yang berisi lelucon lewat dialog-dialog dan aksi pemainnya. Pertunjukkan kyogen mirip seperti ludruk di Indonesia. Kesenian tradisional dari Jawa Timur ini pun bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa. Seni teater lainnya adalah bunraku, sebuah pertunjukan teater boneka yang diiringi nyanyian, cerita, dan musik. Seni tersebut serupa dengan wayang di Indonesia, sebuah pertunjukkan bayangan boneka yang terbuat dari kulit atau kayu. 4. Seni Musik Persamaan budaya Jepang dan Indonesia dari seni musik bisa ditemukan dari beberapa alat musik. Di Jepang ada alat musik yang dinamakan shakuhachi, sedangkan di Indonesia alat musik ini disebut dengan suling bambu. Ukuran keduanya bermacam-macam dan cara memainkannya sama-sama ditiup. Ada juga alat musik koto yang bentuk dan cara memainkannya mirip dengan kecapi dari Indonesia. Jika ingin mengetahui alat-alat musik lainnya, bisa menonton pertunjukkan kabuki di Jepang dan temukan beberapa persamaannya dengan kebudayaan Indonesia. 5. Perayaan Tradisi Sudah menjadi kebiasaan orang Jepang untuk menggelar beberapa perayaan, baik untuk ritual keagamaan, festival peringatan setiap musim, dan acara adat lainnya. Salah satu contoh perayaan tradisi adalah saat panen padi. Di Jepang ada festival Takayama yang digelar setiap musim gugur sebagai wujud syukur panen padi. Ini sama seperti di desa Sukamulya, Sukabumi, Indonesia. Masyarakat mengadakan acara adat bernama Seren Taun dengan tujuan yang serupa. Persamaan Lainnya Antara Jepang dan Indonesia Beberapa persamaan lainnya dapat dilihat dari luar kebudayaan. Mungkin hal ini sering dilihat namun jarang disadari kalau sebenarnya terjadi kemiripan antara Jepang dan Indonesia. Simak persamaan kedua negara tersebut di luar aspek kebudayaan, sebagai berikut 1. Satu Benua Secara geografis, Jepang dan Indonesia berada di benua yang sama, yaitu benua Asia. Meski jarak keduanya berjauhan, tidak berarti menghapus kesamaan dan kedekatan antara mereka. Jepang berada di kawasan Asia timur, sedangkan Indonesia posisinya di bagian tenggara benua Asia. 2. Warna Bendera Sadar atau tidak, Jepang dan Indonesia memiliki warna bendera merah dan putih. Perbedaannya hanya pada penempatan kedua warna tersebut. Indonesia mensejajarkan warna merah dan putih dengan warna merah di bagian atasnya. Bendera Jepang didominasi warna putih, sedangkan warna merah ditempatkan di tengah dalam bentuk lingkaran. 3. Sering Mengalami Gempa Gempa bumi kerap menjadi ciri khas Jepang dan Indonesia. Kedua negara ini memang sering mengalami gempa karena berada di atas lempengan bumi yang kerap bergeser. Akibatnya, baik Jepang maupun Indonesia pernah dilanda bencana Tsunami yang terbilang besar. 4. Negara Kepulauan Negara Jepang merupakan negara kepulauan sama seperti negara Indonesia. Jepang dan Indonesia sama-sama memiliki pulau-pulau besar dan kecil yang menjadi kesatuan negaranya. Bedanya, kepulauan Jepang membentang secara vertikal dari utara ke selatan. Sedangkan negara Indonesia pulau-pulaunya dari barat ke timur. 5. Masih Banyak Profesi Petani Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa nasi merupakan makanan utama bagi masyarakat Jepang dan Indonesia. Ini dikarenakan masih banyak orang-orang yang menjalani profesi sebagai petani. Selain itu, didukung pula dengan tanah-tanahnya yang subur membuat Jepang dan Indonesia mampu menghasilkan padi dalam jumlah banyak. 6. Kaya Hasil Laut Selain hasil pertaniannya melimpah, Jepang dan Indonesia pun memiliki hasil laut yang banyak dan beragam. Sebagai negara kepulauan, hasil tersebut terdistribusi cukup merata sehingga ikan mudah dijumpai di kedua negara ini. Dengan begitu, nelayan menjadi sumber penghasilan yang banyak ditekuni oleh masyarakatnya. Beberapa Perbedaan Antara Jepang dengan Indonesia Terlepas dari segala persamaan budaya Jepang dan Indonesia, tetap saja mereka memiliki perbedaan. Meski tidak begitu banyak, namun terlihat cukup signifikan membedakan keduanya. Walaupun begitu, perbedaan ini tidak menyurutkan semangat kerjasama dan dukungan antarnegara. Inilah perbedaan-perbedaan yang dimaksud 1. Agama Indonesia dikenal sebagai negara yang beragama, meski ada enam agama yang diakui secara hukum, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Hal tersebut sejalan dengan dasar negaranya, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Di sisi lain, agama bagi orang-orang Jepang adalah sesuatu yang bersifat pribadi. Jadi kalau bertemu dengan orang Jepang sebaiknya menghindari topik agama. 2. Tata Tertib Masyarakat Soal ketertiban orang Jepang tidak perlu diragukan lagi. Salah satu contohnya bisa dilihat dari cara masyarakatnya berlalu lintas. Berkendara di jalanan Jepang jarang ditemui orang saling membunyikan klakson. Mereka tahu kapan harus berhenti dan jalan kembali, serta mempersilahkan para pejalan kaki untuk menyeberang. Meski jalanan macet atau ramai orang, tidak ada klakson sahut-sahutan yang ramai. Berbeda dengan di Indonesia, pemandangan seperti ini sulit sekali didapatkan. 3. Kebersihan Kebersihan menjadi hal yang penting bagi negara Jepang. Jangan sekalipun mencoba untuk buang sampah sembarangan. Siapa pun yang melakukan ini akan berurusan dengan petugas kebersihan. Kalau memiliki sampah dan tidak menemukan tempat untuk membuangnya, orang Jepang biasanya menyimpan dulu sementara sampai menemukan tempat yang tepat. Sayangnya, membuang sampah sembarangan masih ditemukan di tengah masyarakat Indonesia. Meskipun demikian, sikap ini kian berkurang seiring dengan kesadaran masyarakatnya terhadap lingkungan. 4. Budaya Makan Cara mengolah makanan orang Jepang dan Indonesia cukup berbeda. Orang Jepang senang dengan makanan yang masih segar dan memiliki cita rasa asli. Namun bagi orang Indonesia makanan tersebut dinilai mentah dan belum jadi untuk dimakan. Sebaliknya, orang Indonesia senang dengan hidangan-hidangan yang berbumbu dan digoreng dengan minyak. Ada pula satu khas yang unik, yakni makan dengan suara “slurp”. Di Jepang, sikap tersebut sangat normal dan wajar. Tapi di Indonesia cara makan seperti ini dianggap tidak sopan. 5. Cara Berkomunikasi Cara berkomunikasi orang Jepang cukup unik jika dibandingkan dengan Indonesia. Orang Jepang memiliki kebiasaan untuk saling membungkukkan badan, sedangkan orang Indonesia adalah bersalaman. Adapun untuk pemilihan bahasa, jika baru pertama kali berkomunikasi dengan orang Jepang maka sebaiknya menggunakan pemilihan kata yang formal. Persamaan budaya Jepang dan Indonesia sangat menarik untuk dikupas lebih lanjut. Dengan memahami persamaan dan perbedaan keduanya, maka bisa menjadi dasar untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang. Dari sini bisa diketahui apa saja kebutuhan dari masing-masing negara, serta apa saja potensi yang bisa dimaksimalkan bersama. Baca juga Kondisi Jepang yang Kamu Kenal Lewat Dunia Maya. Real or Fake?
Jepangterkenal akan keanekaragaman budayanya, begitupun Indonesia. Kedua negara ini sama-sama memiliki keunikan dan nilai tradisional yang masih bisa dilihat sampai sekarang. Namun hal tersebut hanyalah satu dari sekian persamaan budaya Jepang dan Indonesia. Masih ada banyak kemiripan lainnya antara dua negara di Asia ini. Abstract Kata Kunci Analisis Kontrastif, Peribahasa, Orang Manusia di negara manapun membutuhkan bahasa sebagai alat komunikasi sehari-hari. Seringkali pada saat manusia berkomunikasi terselip ungkapan-ungkapanperibahasa untuk memperhalus maksud kepada lawan bicara. Karena masing-masing negara memiliki budaya dan bahasa yang berbeda-beda, maka peribahasa yang dimiliki juga berbeda. Begitu pula dengan Negara Jepang dan Indonesia. Meskipun antara Jepang dan Indonesia memiliki peribahasa yang berbeda, namun jika diteliti lebih mendalam terdapat persamaan. Persamaan tersebut terlihat pada makna kiasan yang peribahasa Jepang maupun Indonesia memiliki berbagai macam unsur, antara lain adalah unsur binatang, tumbuhan, benda mati, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini unsur yang digunakan adalah unsur “orang”. Unsur “orang” ini digunakan karena peneliti ingin secara langsung mengetahui kata “orang” ini digunakan dalam peribahasa. Sekaligus agar lebih mengetahui karakter orang Jepang dan Indonesia di dalam sebuah peribahasa. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui peribahasa Jepang yang menggunakan kata “orang” hito yang memiliki persamaan arti dengan peribahasa Indonesia, 2 mengetahui jenis-jenis peribahasa Jepang dan Indonesia yang menggunakan kata “orang” hito, dan 3 mengetahui perbedaan antara peribahasa Jepang dengan peribahasa Indonesia yang menggunakan kata “orang” hito berdasarkan makna penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analisis deskriptif. Peneliti juga menggunakan analisis kontrastif untuk mencari persamaan dan perbedaan antara peribahasa Jepang dan Indonesia yang menggunakan kata “orang” hito berdasarkan makna leksikal dan makna data yang digunakan adalah berupa kamus-kamus peribahasa Jepang penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 21 peribahasa Jepang yang menggunakan kata “orang” hito yang memiliki persamaan arti dengan peribahasa Indonesia. Selanjutnya, jenis-jenis peribahasa Jepang dibagi menjadi tiga bagian yaitu, berdasarkan naiyou isi, bunkei bentuk kalimat, dan hyougen cara pengungkapan. Sedangkan jenis peribahasa Indonesia dibagi menjadi empat yakni, pepatah, Perumpamaan, idiom ungkapan, dan pemeo. Selain itu, terdapat perbedaan antara kedua peribahasa tersebut khususnya perbedaan pada makna leksikalnya. Perbedaan tersebut tentu dipengaruhi oleh perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia. KQ1jD.
  • aa824d1kfq.pages.dev/599
  • aa824d1kfq.pages.dev/935
  • aa824d1kfq.pages.dev/460
  • aa824d1kfq.pages.dev/286
  • aa824d1kfq.pages.dev/357
  • aa824d1kfq.pages.dev/609
  • aa824d1kfq.pages.dev/165
  • aa824d1kfq.pages.dev/452
  • persamaan bahasa indonesia dan jepang