Contributeto familyryan/NLP-Resource development by creating an account on GitHub.
Jakarta - Pelayanan terhadap pelanggan atau customer yang memuaskan merupakan salah satu kunci sukses bisnis jangka panjang. Produk yang berkualitas jika tidak disertai layanan customer yang membantu dan tidak bisa diandalkan, bisa membuat pelanggan karena itu, memberikan customer service yang prima merupakan salah satu cara meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produk bisnismu. Lantas bagaimana cara menghadapi customer yang baik dan benar?Simak 10 tips cara melayani customer dengan baik dan benar di bawah ini ya! Melayani customer dengan baik bisa meningkatkan kepuasan mereka terhadap produk atau jasa yang kamu jual. Kepuasan customer ini merupakan salah satu cara mendatangkan Help Scout dan HubSpot, berikut cara melayani customer1. Pahami ProdukmuPengetahuan yang luas tentang produk adalah keterampilan layanan customer yang paling penting. Kamu harus bisa menjelaskan penggunaan produk, dan membantu customer mendapatkan hasil atau manfaat maksimal dari pembelian mereka dan merasakan nilai dari uang yang mereka Pertahankan Sikap PositifMelayani customer membutuhkan sikap positif dan kesabaran. Sikap positif ini harus tercermin dalam bahasa, nada suara, maupun gestur tubuh saat berinteraksi dengan satu tips untuk mengantisipasi mispersepsi ketika berkomunikasi secara tertulis atau online, kamu bisa menggunakan emoji untuk menyampaikan kehangatan dan humor. Jangan ragu untuk menelepon jika menemukan email atau percakapan teks yang menjadi Pemecahan Masalah secara KreatifMenurut Help Scout, lebih dari 80% customer bergejolak ketika mengalami layanan pelanggan yang buruk. Oleh karena itu kamu harus bisa memecahkan masalah yang dialami pelanggan dan jangan ragu untuk berpikir saja layanan pelanggan Zappos yang menjadi terkenal setelah mengirim sepatu gratis kepada mempelai pria sehari sebelum pernikahannya. Zappos mengirimkan sepatu kepada pelanggan tersebut setelah pesanannya dikirimkan ke alamat yang salah oleh jasa pengiriman kasus ini Zappos menyelesaikan masalah dan memberikan contoh layanan pelanggan yang sangat baik, mereka memenangkan pelanggan loyal dan memberikan pria itu kisah yang bisa dibagikan kepada orang-orang di ResponsifMenyelesaikan pertanyaan customer secepat mungkin merupakan landasan pelayanan customer yang baik. Kecepatan harus menjadi esensi utama, 'great customer service beats speed every time'.Customer memahami kueri yang kompleks membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Namun, ada perbedaan antara waktu yang diperlukan untuk merespons dan kecepatan untuk menyelesaikan masalah bisnis online, sikap responsif ini juga berlaku ketika menjawab chat pelanggan. Jangan lupa berikan sapaan dan penjelasan dengan kata-kata yang sopan, tanyakan produk yang akan dipesan, dan cek stok Personalisasi Layanan CustomerMenurut Help Scout 40% customer mengatakan mereka ingin mendapatkan layanan customer yang lebih baik. Hal ini berarti mereka bisa marah ketika tidak diperlakukan manusiawi, menerima respons yang tidak masuk akal atau dilemparkan ke orang yang berbeda bak bola ingin berinteraksi dengan seseorang bukan dengan perusahaan. Oleh karena itu tidak ada salahnya mengirimkan hadiah kepada pelanggan loyal di hari ulang tahun Bantu Customer untuk Membantu Diri Mereka SendiriTidak semua customer ingin berbicara dengan seseorang untuk menyelesaikan masalah mereka, dan ada pula yang ingin menyelesaikan masalah mereka sendiri. Menurut Help Scout 81% customer berusaha untuk mengurus masalahnya sendiri sebelum menghubungi layanan customer mandiri adalah cara yang terukur dan hemat biaya untuk membuat pelanggan senang. Cara ini bisa dilakukan dengan membuat konten FAQ atau video tutorial tentang produk, dan jika masih mengalami kendala mereka bisa meminta bantuan tim support hanya lewat klik di situs web Fokuskan Dukungan Kepada CustomerCustomer adalah bagian tidak terpisahkan dari bisnismu dan mereka seharusnya diutamakan sebelum produk atau keuntungan. Lakukan pendekatan lewat layanan customer service, kenali pelanggan, memanusiakan mereka dan memanusiakan diri Airlines menerapkan prinsip ini dengan cara yang berkesan ketika salah satu pilotnya mengadakan penerbangan kembali untuk menunggu pelanggan yang menghadiri pemakaman. Kiat ini dinilai sukses menempatkan manusia di atas target mereka, dan pelanggan itu tidak akan pernah Aktif MendengarkanAktif mendengarkan adalah dengan memberikan perhatian penuh kepada pelanggan sehingga mereka tahu sedang didengarkan, menunjukkan ketertarikan dengan apa yang mereka katakan, dan dengan tulus menerima keluhan atau informasi yang mereka sampaikan. Dengan aktif mendengarkan, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui permasalahan pelanggan, bisa menyelesaikannya secara efektif dan membuat pelanggan adalah kunci untuk memahami masalah dan menemukan solusi, dan sebagian besar pelanggan ingin didengar. Hal ini juga berarti kamu memperhatikan kepribadian unik dan keadaan emosional pelanggan sehingga kamu bisa memberikan respons yang Penuhi JanjiJika menjanjikan sesuatu pastikan kamu memenuhinya, jangan mengecewakan customer-mu. Memenuhi janji adalah tentang rasa hormat dan ketika kamu berjanji untuk mengembangkan fitur tertentu dalam softwaremu dalam jangka waktu tertentu, pastikan kamu memenuhinya. Saat melanggar janji tersebut, tawarkan sesuatu untuk mungkin akan kehilangan uang sementara, tapi dengan begini kamu akan mendapatkan customer yang Proaktif Membantu CustomerTerkadang proaktif membantu pelanggan berarti mengantisipasi kebutuhan pelanggan sebelum mereka mengartikulasikannya. Saat customer merasa dihargai dan istimewa, mereka akan berpotensi datang ini mungkin terkait dengan fenomena timbal balik dalam psikologi sosial Jika kamu melakukan sesuatu yang baik untuk pelanggan, mereka akan ingin melakukan sesuatu sebagai balasannya, seperti membeli produk Cara Menghadapi Pelanggan yang Bersikap Buruk?Berinteraksi dengan pelanggan adalah situasi yang dinamis. Kamu bisa berada dalam suasana yang cair bahkan suasana yang tegang selalu ada saja pelanggan yang sulit ditangani mulai dari yang tidak sabaran, mudah ragu, banyak mau, bahkan yang pemarah. Tentunya menghadapi jenis pelanggan seperti ini tidak bisa dihindari, dan kamu hanya perlu tahu cara menyelesaikan konflik pelanggan ini dengan beberapa metode untuk menghadapi pelanggan yang bersikap buruk dikutip dari Business Daily1. Langkah Pertama dan Terpenting, DengarkanJangan mencoba berdebat dengan pelanggan, biarkan mereka menyampaikan apa yang ingin mereka katakan bahkan ketika kamu tahu jika mereka salah dan tidak punya informasi mendengarkan ini ambil kesempatan untuk membangun hubungan baik dengan Bangun Hubungan Baik Lewat EmpatiTempatkan dirimu di posisi pelanggan. Tekankan di sumber masalah yang membuat mereka frustasi, dan tunjukkan jika kamu memahami posisi dan situasi mereka. Berempati dengan pelanggan bisa membantu menenangkan Turunkan Nada SuaramuJika pelanggan berbicara semakin keras, balas dengan bicara perlahan dengan nada rendah. Sikap tenang kamu bisa memancing pelanggan untuk ikut kamu mengatasi masalah dengan tenang, pikiran jernih, dan tidak terpengaruh nada atau volume suara pelanggan, kemarahan mereka umumnya akan Tanggapi Seolah-olah Semua Pelanggan Sedang MenontonBerpura-puralah berbicara tidak hanya dengan satu pelanggan tapi audiens yang menonton interaksi tersebut. Hal ini bisa membantumu mengontrol emosi dan berpikir lebih jernih, di sisi lain akan mengantisipasi pelanggan melakukan kekerasan Tahu Kapan Harus MenyerahKamu sebaiknya tahu kapan harus menyerah ketika upayamu untuk memuaskan pelanggan yang kasar akan memakan waktu berjam-jam, membuatmu pusing, dan tetap menghasilkan rujukan sebaiknya mengambil langkah berkompromi dengan pelanggan kasar tersebut, dan menggunakan waktu untuk memelihara hubungan baik dengan pelanggan lain yang Tetap TenangJika pelanggan mengumpat atau berkata kasar, tarik napas dalam-dalam dan lanjutkan seolah-olah kamu tidak mendengarnya. Menanggapi pelanggan kasar tidak akan menyelesaikan apapun dan justru akan memperburuk ingatkan pelanggan jika kamu ada untuk membantu mereka dan merupakan peluang terbaik untuk menyelesaikan situasi. Pernyataan sederhana ini seringkali membantu meredakan situasi Jangan TersinggungBicarakan masalah yang ada dan jangan tersinggung. Penting untuk diingat jika pelanggan tidak mengenalmu secara pribadi, dan hanya melampiaskan rasa frustasi mereka ke kamu sebagai perwakilan percakapan dengan lembut untuk kembali ke topik masalah. Tawarkan solusi bagaimana kamu ingin Ingatlah Jika Kamu Sedang Berinteraksi dengan ManusiaSetiap orang terkadang mengalami hari yang buruk. Mungkin pelanggan kasar itu sedang bertengkar dengan pasangannya, mendapat tilang atau baru saja mengalami nasib buruk. Cobalah berempati dan membuat hari mereka lebih baik dengan memberikan suara yang menyenangkan dan menenangkan. Hal ini bisa membantumu juga merasa lebih Jika Kamu Berjanji untuk Menelepon, Telepon!Penuhi janji kepada pelanggan bahkan ketika kamu menjanjikan pembaruan yang belum dimiliki. Tetap hubungi pelanggan pada waktu yang ini akan membantu meyakinkan pelanggan jika kamu tidak berusaha mengingkarinya dan akan menghargai tindak lanjut Pertahankan Hubungan PositifMengutip Indeed, ketika sudah selesai membantu pelanggan, pastikan untuk menanyakan apakah ada masalah lain. Mereka mungkin begitu fokus pada masalah awal sehingga melupakan masalah ini membantu untuk membuat mereka merasa dihormati dan dihargai sebagai pelanggan. Jika pelanggan merasa tidak nyaman, kamu bisa mempertimbangkan untuk menawarkan gift card atau kredit poin jika kamu memiliki wewenang melakukannya. Nah itulah rangkuman cara menghadapi customer dengan baik dan benar. Perlu diingat detikers, menghadapi customer memang tidak bisa diprediksi selalu menyenangkan tapi itulah seni berinteraksi dengan manusia. Semoga tips cara menghadapi pelanggan buruk bermanfaat ya! Simak Video "Daftar Baru Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Asix+ Masuk" [GambasVideo 20detik] ams/fds
MantanAccount Executive Penulis punya 194 jawaban dan 3,2 jt tayangan jawaban Diperbarui Jum. Justru saya bangga jika orang-orang menganggap saya sepele, artinya, Pertama, ya memang saya sepele dan saya menikmati karena saya tidak dituntut apa-apa oleh orang lain karena saya "sepele". Kedua, saya memiliki kesempatan untuk mengejutkan orangBagaimana cara mengatasi komplain pelanggan yang tepat? Ini dia contoh komplain pelanggan dan tips untuk menghadapinya. Komplain lumrah terjadi selama menjalankan bisnis. Pelanggan yang tidak puas, atau memang barang yang diinginkan tidak sesuai bisa membuat mereka mengajukan komplain ke toko online kamu. Di sinilah, kamu sebagai pelaku bisnis akan diuji. Tanggapan yang kamu berikan akan berdampak kedepannya untuk bisnismu. Jika salah menanggapi, efeknya pelanggan bisa pindah memilih toko lain. Lebih ekstrem, hasil percakapan komplain pelanggan dapat disebar di media sosial. Citra tokomu sangat terancam jika sudah ada dalam posisi ini. Untuk itu, sangat penting bagi kamu untuk bisa mengatasi komplain yang disampaikan para pelanggan. Sebab, dampak komentar dari pelanggan ini tak sembarangan, lho. Penelitian dari Pew Research Center membeberkan bahwa sebagian besar orang di bawah usia 50 tahun di Amerika Serikat melihat review di dunia maya sebelum membeli produk baru. Baca Juga Berapa Gaji Customer Service? Berikut Tips untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Contoh Komplain Pelanggan Foto contoh komplain pelanggan melalui telepon. Sumber Ada berbagai aspek yang bisa menjadi contoh complain pelanggan, di antaranya 1. Kualitas Produk yang Kurang Baik Contoh komplain pelanggan yang pertama berkaitan dengan kualitas produk. Dalam hal ini, bisa berupa produk yang kurang atau bahkan rusak ketika sampai di tangan pelanggan. Saat produk yang dibeli pelanggan tidak sesuai dengan deskripsi atau tak lengkap, tentu saja akan memicu kekecewaan. Ketika produk yang diinginkan oleh pelanggan tetapi tidak tersedia atau stoknya habis, juga bisa memicu complain. 2. Pelayanan yang Kurang Memuaskan Contoh komplain pelanggan selanjutnya, yakni terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh brand. Apabila staf perwakilan brand kamu memperlakukan pelanggan tidak sesuai dengan harapan, mereka tentu akan merasa kecewa. Misalnya pelayanan yang diberikan kurang ramah, tidak bisa membantu pelanggan dalam berbelanja, dan menunjukkan ketidakprofesionalan lainnya. 3. Masalah pada Pengiriman Setiap pelanggan pasti menginginkan untuk menerima produk yang dibeli dengan tepat waktu. Namun sayangnya, ada beberapa potensi masalah yang mungkin muncul. Misalnya pengiriman tertunda, paket yang dikirimkan salah alamat, atau bahkan pesanan pelanggan hilang dalam pengiriman. Ketika hal tersebut terjadi, pelanggan pastinya akan merasa kecewa dan akan mengajukan komplain kepada pihak toko. 4. Komplain Berulang Kali Contoh komplain pelanggan lainnya, yakni ketika mereka sudah mengutarakan permasalahan yang dihadapi tetapi tidak segera ditanggapi oleh brand. Jadi, mereka harus mengajukan komplain berulang kali. Padahal, pelanggan berharap bahwa kendala yang dihadapi bisa diselesaikan dengan cepat. Pelanggan bahkan bisa lebih marah dan kecewa ketika pengajuan komplain mereka tidak segera ditindaklanjuti. Hal seperti ini tidak hanya mengurangi tingkat kepuasan pelanggan, akan tetapi juga bisa menurunkan kepercayaan dan membuat citra brand negatif. 5. Sulit Menghubungi Toko Salah satu contoh komplain pelanggan yang juga bisa mengurangi tingkat kepuasan, yakni ketika mereka kesulitan menghubungi call center saat mengalami kendala. Ketika pelanggan menemukan kesulitan selama proses belanja, entah itu masalah pada produk, pembayaran, pengiriman, dan lainnya, pasti mereka akan menghubungi pihak toko. Namun, tidak semua toko cepat tanggap dalam menghadapi komplain pelanggan. Misalnya ketika nomor telepon yang pelanggan hubungi dialihkan atau email yang dikirimkan tak kunjung dibalas. Kekecewaan pelanggan pasti akan semakin meningkat ketika hal ini terjadi. Baca Juga Ini 6 Cara Chat dengan Customer, Ada Contoh Kalimatnya! Cara Mengatasi Komplain Pelanggan Foto ilustrasi komplain. Sumber Bayangkan jika toko online yang sudah kamu jaga citranya tiba-tiba hancur akibat salah dalam menanggapi pelanggan, bisa-bisa hal terburuk dalam dunia bisnis terjadi. Dalam menanggapi beberapa contoh komplain pelanggan seperti yang disebutkan di atas, kamu perlu melihat beberapa cara mengatasinya di bawah ini. 1. Tanggap Dan Menunjukkan Rasa Empati Sebagai pelaku usaha yang baik, mendengarkan keluhan pelanggan merupakan kewajiban. Saat keluhan pelanggan datang, segera tanggapi dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa kamu profesional dan sigap dalam membantu komplain pelanggan. Kamu bisa menanggapi dengan cepat lewat chat commerce yang memudahkan komunikasi dengan pelanggan. Chat commerce yang merupakan cara belanja baru bisa membantu kamu mengatasi komplain pelanggan. Lakukan kontak dengan menunjukkan rasa empati dan terima kesalahan jika memang benar terjadi. Sampaikan teknik sandwich yang mana kamu menjelaskan permasalahan di tengah poin disamping awalan dan akhir berupa kalimat empati. Jangan pernah menginterupsi atau menghakimi keluhan customer sebelum mereka selesai berbicara. Saat customer sedang menyampaikan keluhan, dengarkan dengan penuh perhatian dan catat berbagai poin penting yang mereka katakan, karena dibalik setiap keluhan ada masukan penting untuk kelangsungan bisnis kamu. Setelah customer selesai menyampaikan keluhan, tanyakan kembali berbagai poin penting yang tadi sudah dicatat, untuk menunjukkan bahwa kamu sangat memperhatikan apa yang mereka katakan. 2. Meminta Maaf Dan Memberikan Solusi Setelah customer selesai menyampaikan keluhannya, hal pertama yang harus kamu katakan dalam mengatasi komplain pelanggan adalah permintaan maaf yang tulus. Hal ini walaupun mungkin keluhan pelanggan agak tidak masuk akal. Tetaplah bersikap professional dan ramah. Tak ada salahnya untuk meminta maaf jika kamu memang salah. Terutama soal kualitas barang atau barang yang terjadi kesalahan pengiriman. Sikap ini menunjukkan bahwa kamu menerima atas kesalahan yang terjadi dan jangan lupa berikan pula solusi yang tepat agar pelanggan tetap terlayani secara maksimal. Sebelum memberikan solusi, bila ada detail keluhan yang kurang jelas, tanyakan kepada customer dengan rasa peduli yang tulus untuk membantu. Semakin banyak informasi yang bisa kamu dapatkan dari customer, kamu jadi akan lebih mengerti sudut pandang mereka dan tahu dengan jelas masalah yang dihadapi. Hindari langsung membuat kesimpulan dan saat solusi yang kamu tawarkan disetujui oleh pelanggan, segera lakukan aksi sampai tuntas. Misalnya saat barang yang diterima konsumen salah ukuran, segera lakukan pengiriman barang yang sesuai dengan pesanan pelanggan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab kamu terhadap komplain pelanggan. 3. Tanggapi Dalam Waktu Cepat Cara mengatasi komplain pelanggan berikutnya adalah jangan buat mereka semakin frustasi dengan menyuruhnya menunggu lama atau mengalihkan telepon ke orang lain. Kalau kamu memerlukan waktu lebih untuk memberikan solusi, sampaikan deadline pada konsumen disertai dengan alasannya. Misalnya, “Baik, kami akan memberikan Anda solusi dalam waktu paling lambat 1 jam, karena ada detail yang harus di cek dengan pihak terkait terlebih dahulu.” Hal ini penting sekali agar pelanggan tidak merasakan ketidakpastian dan memberikan kamu kesempatan untuk memberikan solusi yang terbaik. Pastikan segera hubungi pelanggan sebelum deadline. Baca Juga 5 Peran Customer Service Representative dan Fungsinya dalam Bisnis 4. Konfirmasi Solusi Foto customer service. Sumber Setelah memberikan solusi sebagai bentuk cara mengatasi komplain pelanggan, konfirmasi ulang apakah pelanggan sudah merasa puas dengan solusi yang diberikan. Bila pelanggan sudah merasa puas, lanjutkan dengan memberikan sedikit edukasi mengenai produk atau jasa yang dikeluhkan agar tidak terjadi masalah yang sama di masa depan. Beri tahu juga kepada pelanggan bahwa kamu akan terus memperbaiki kualitas produk dan layanan. 5. Kontrol Situasi Dalam setiap tahapan mengatasi komplain pelanggan, kamu harus bisa mengontrol situasi dengan menggunakan pilihan kata dan bahasa yang menunjukkan bahwa kamu siap untuk menangani masalah yang dihadapi customer. Pastikan customer tahu bahwa kamu mengerti kekhawatiran mereka dan tidak akan mengabaikannya. Selanjutnya, alihkan fokus emosi pelanggan pada solusi yang akan kamu berikan dan pastikan pelanggan merasa puas dengan hasilnya. 6. Ucapkan Terima Kasih Pada Pelanggan Atas Komplainnya Saat mendapatkan komplain, ada hal positif yang perlu kamu pahami. Ya, kamu jadi mengetahui standar produk yang kamu jual. Jadi, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada pelanggan karena ulasan yang jujur terhadap produk terkait. Ulasan jujur ini justru bisa menjadi hal baik bagi pengembangan bisnis. Atas kejujuran tersebut, kamu bisa memberikan hadiah atau barang pengganti bagi pelanggan. Hal ini bisa menumbuhkan kepercayaan dari pelanggan terhadap kamu. Mereka akan menganggap bahwa kesalahan ini memang sebuah kecelakaan dan kamu pun sebagai pelaku usaha mencoba memperbaikinya. Baca Juga 5 Cara Pelayanan Prima yang Memuaskan Pelanggan! 7. Jadikan Komplain Sebagai Bahan Evaluasi Foto karyawan customer service. Sumber Komplain yang masuk dari para pelanggan bisa menjadi hal positif jika ditanggapi dengan tenang. Rekap semua yang didapatkan dari pelanggan. Lalu, buat menjadi evaluasi demi kualitas produk dan layanan yang baik. Evaluasi ini bisa menjadi momen yang tepat bagi kamu untuk membuat atau mengembangkan produk lama menjadi produk yang lebih baik. Pembaharuan ini harus didasarkan pada kepuasan pelanggan sehingga saat membuatnya pun kamu bisa melihat hal apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar kepuasan mereka terjaga. Keluhan pelanggan bukan suatu hal yang harus ditanggapi dengan panik, apalagi dihindari. Pelanggan yang tadinya merasa sangat kecewa bisa jadi merekomendasikan toko online kamu kalau keluhannya ditanggapi dengan benar. Nah, itu dia beberapa contoh komplain pelanggan dan cara mengatasinya bisa kamu lakukan. Kuncinya, kamu harus menjadi pendengar yang baik dan sabar dalam menghadapi pelanggan. Ingat ya, komplain tak selalu hal yang buruk. Justru hal ini bisa membantu kamu dalam memperbaiki kualitas produk dan pelayanan untuk pelanggan.Caraini murah dan mudah dilakukan. Berikut Kami sajikan penjelasannya. 1. Meningkatkan Komunikasi dengan Customer. Komunikasi adalah modal dasar dalam membangun kedekatan. Contohnya ketika Anda melayani customer, berikanlah pelayanan yang ramah, santun, dan menyenangkan. Tinggalkan kesan positif kepada mereka. Komplain pelanggan merupakan salah satu hal yang paling dihindari oleh pemilik bisnis. Terutama jika ada pelanggan yang memberi komplain di media sosial mereka. Sebab, ada banyak orang yang dapat melihat feedback negatif tersebut, termasuk prospek Anda. Ini juga bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap brand image Anda. Tetapi, Anda tidak perlu berkecil hati, karena ada cara pintar untuk memperbaikinya. Komplain atau review buruk dari pelanggan bisa muncul kapan pun. Ini bukan berarti Anda gagal dalam menjalankan bisnis Anda. Namun, Anda tetap harus waspada dan fokus untuk meningkatkan produktivitas penjualan Anda. Sekarang, Anda dapat memantau produktivitas penjualan Anda dengan Sales Software berbasis web terlengkap. Apapun itu penyebabnya, Anda harus bisa menghadapinya dengan baik agar komplain pelanggan tidak mempengaruhi penjualan Anda. Cari tahu cara menanggapinya di bawah ini. Daftar Isi 1. Tetaplah Tenang dan Tidak Menghapusnya 2. Tanggapi Komplain Secepatnya Secara Publik 3. Cari Tahu Alasan Komplain Pelanggan 4. Kontak Langsung Via Telepon atau Email 5. Tingkatkan Feedback Positif Kesimpulan 1. Tetaplah Tenang dan Tidak Menghapusnya Review negatif tentunya membuat Anda kesal, terlebih jika komentar tersebut diberikan oleh akun palsu yang mengaku sebagai pelanggan Anda. Banyak penjual yang berpikir dengan menghapus komplain di media sosial mereka, maka semuanya akan baik-baik saja. Akan tetapi, cara tersebut malah akan semakin memperburuk image Anda sebagai penjual. Bisnis Anda mungkin memang bukan untuk semua orang, sehingga wajar bila ada satu atau beberapa pelanggan yang merasa kurang puas terhadap produk atau layanan Anda. Bukan cuma Anda, setiap penjual biasanya mendapatkan setidaknya satu komplain di media sosial, Google, atau website mereka. Komentar buruk justru menunjukkan keaslian Anda sebagai penjual dan bahwa Anda memiliki berbagai jenis pelanggan. Feedback yang 100% positif malah terkesan tidak realistis. Jadi, komplain dari pelanggan bukanlah sesuatu yang harus Anda hilangkan, tetapi ditanggapi dengan baik. Baca juga Tingkatkan Kepuasan Pelanggan dengan Software Barcode Terbaik 2022! 2. Tanggapi Komplain Secepatnya Secara Publik Anda mungkin tidak menghapus komplain pelanggan Anda di Facebook dan Instagram. Akan tetapi, semuanya akan percuma bila Anda mendiamkan mendiamkannya. Langkah yang paling tepat adalah merespons setiap feedback negatif dengan cepat, sama halnya ketika Anda menjawab komentar-komentar positif yang Anda dapatkan. Sangat disarankan untuk membalas komplain pelanggan Anda secara publik, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda meresponsnya Jangan bereaksi defensif atau menuduh bahwa pelanggan memberikan komentar palsu Berikan permintaan maaf sekalipun Anda belum/tidak menemukan kesalahan pada produk atau layanan Anda Tanyakan tentang permasalahan yang mereka hadapi Jelaskan bahwa Anda akan memberikan solusi terbaik untuk mereka Tawarkan pelanggan untuk berbicara langsung kepada Anda melalui telepon atau email Berikut ini adalah contoh tanggapan yang baik terhadap komplain pelanggan 3. Cari Tahu Alasan Komplain Pelanggan Merespons komplain pelanggan saja tidaklah cukup. Anda perlu mencari tahu masalah atau pengalaman buruk pernah mereka alami. Evaluasi kualitas produk, proses pengiriman, layanan pelanggan, dan lain-lain untuk mencari tahu letak kesalahan yang mungkin Anda miliki. Dengan melakukan investigasi dan evaluasi, Anda tidak hanya bisa memperbaiki hubungan Anda dengan pelanggan, tetapi juga menghindari munculnya feedback negatif di masa mendatang. 4. Kontak Langsung Via Telepon atau Email Usahakan untuk mendapatkan data pelanggan yang memberikan komplain di media sosial Anda. Hubungi mereka secara langsung melalui telepon atau email untuk membicarakan lebih lanjut mengenai penyelesaian masalah antara Anda dan pelanggan. Anda bisa menjadwalkan email Anda dan membuat reminder melalui Sistem Marketing Automation sehingga Anda tidak akan lupa mengirimnya. Dengan menghubungi pelanggan secara langsung, Anda akan lebih mudah mengetahui akar permasalahan dan menemukan solusinya. Pelanggan Anda pun akan merasa dihargai. Selain memberikan pernyataan maaf, Anda juga bisa memberikan voucher atau penawaran spesial untuk mereka sebagai upaya Anda untuk mempertahankan mereka. 5. Tingkatkan Feedback Positif Daripada berpikir untuk menghilangkan komplain pelanggan Anda di media sosial, sebaiknya Anda lebih fokus memperbanyak review positif. Komentar buruk yang Anda dapatkan akan tenggelam dengan sendirinya bila Anda mendapatkan lebih banyak komentar positif. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan feedback positif. Salah satunya adalah dengan memperbaiki kualitas produk dan layanan pelanggan Anda. Anda bisa menggunakan Sistem ERP untuk mengelola dan mengoptimalkan bisnis Anda. Dengan begitu, kualitas produk dan layanan pelanggan Anda pun akan meningkat. Baca juga Aplikasi Helpdesk adalah Pengertian, Cara Memilih, dan Rekomendasi Aplikasi Terbaik Kesimpulan Terlepas dari apapun kegiatan bisnis yang Anda jalani, pasti akan mendapatkan feedback dari pelanggan, baik negatif maupun positif. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika harus menghadapi komplain atau feedback negatif dari pelanggan. Anda bisa menerapkan cara-cara di atas dan fokus untuk meningkatkan kualitas produk. Kualitas produk yang baik akan mendatangkan lebih banyak pelanggan. Begitu pun layanan pelanggan yang baik. Ciptakan customer service yang baik dengan memberikan pelanggan Anda kemudahan untuk memberikan pertanyaan dan menyampaikan komplain mereka. Menggunakan Software Help Desk otomatis akan sangat membantu Anda dalam hal ini. Sistem ini memungkinkan Anda untuk merespons pelanggan dengan lebih fleksibel melalui live chat, telepon, messenger, dan juga email. Ini artinya, pelanggan dapat memilih opsi yang paling pas untuk mereka. Layanan pelanggan yang baik akan membantu Anda meningkatkan penilaian pelanggan dan mengurangi kemungkinan datangnya komplain di kemudian hari. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jonathan Kurniawan penulis konten yang memiliki passion yang dalam dalam menulis dan teknologi. Berkomitmen untuk menulis konten yang informatif, menarik, dan bermakna bagi pembaca, Jonathan terus menciptakan konten yang membuat pembaca merasa terhubung dan terinspirasi. Lantas bagaimana cara agar calon konsumen mau memberikan alamat emailnya? Kamu hanya perlu membuat lead magnet, yaitu konten bermanfaat yang berfungsi untuk untuk meninggalkan alamat email konsumen dengan imbalan tertentu. Contohnya, Kamu menawarkan free trial produk berbentuk e-book. Untuk mendapatkan e-book tersebut, para konsumen harus Cara menanggapi kritik, saran serta keluhan pelanggan – Bagi seorang wirausaha, tidak ada yang lebih penting dari seorang pelanggan. Itulah sebabnya mengapa pelanggan dianggap sebagai raja. Hal ini merupakan poin yang musti selalu diperhatikan oleh setiap usahawan, terutama memahami cara menanggapi kritikan pembeli. Menanggapi Keluhan Pelanggan dengan 9 Tips Sederhana tapi Ampuh Cara menanggapi kritik pembeli Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian konsumen. Misalnya dengan cara berpakaian, merias wajah, tersenyum dan tutur kata yang baik pada konsumen. Kamu juga harus mempunyai kesabaran ekstra dan siap sedia jika suatu waktu anda mengalami keluhan maupun ketidaksukaan dari pelanggan. Sebagus apapun produk dan setenar apapun perusahaan atau udahayang kamu kembangkan, tidak akan pernah lepas dari yang namanya kritik maupun saran. Maka dari itu, kamu harus tahu dan punya cara menanggapi kritik dan saran konsumen agar tidak berlarut-larut dan akhirnya menimbulkan efek negatif pada usaha. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal diatas, berikut ini saya akan menguraikan beberapa tips menghadapi keluhan dari konsumen. 1. Dengarkan Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkannya dengan seksama. Biarkan dia mengeluarkan segala unek-unek dan keluhannya tersebut. Kalau bisa, silahkan beri segelas air dan ajak duduk di bawah pohon yang rindang dan sejuk untuk ngobrol dengan dia. Keluhan pelanggan tersebut biasanya bersifat jujur dan tidak mengarang-ngarang. Maka tetap pasang wajah yang empati akan keluhannya itu. Jangan sampai mimik marah dan tidak bersalah terlihat jelas di wajah anda. 2. Hilangkan ego Tidak dapat dielakkan lagi jika keluhan yang terucap dari sang pelanggan akan membuat mood kamu jadi down. Apalagi jika seandainya konsumen itu memaparkannya dengan keras ketika toko atau lapak kamu lagi ramai. Tentu saja peristiwa ini akan membuat kamu malu dan hilang muka. Dalam hal ini, yang dikhawatirkan adalah para pelanggan yang lain akan jadi tidak yakin lagi dengan produk kamu. Namun apapun yang terjadi dan bagaimanapun perasaan kamu saat itu, harus tetap sabar dan berusaha untuk mendengarkannya. Hal ini tidak akan membuat kamu jadi rendah, justru akan lebih bersahaja karena dianggap mau mengakui kesalahan dan bersedia untuk memperbaikinya. 3. Meminta maaf Setelah mendengarkan keluhan konsumen yang membuat panas telinga tadi, Cara menanggapi kritikan pelanggan berikutnya adalah memohon maaf, inilah saat yang tepat untuk meminta maaf kepadanya, walaupun seandainya rasanya kamu yakin tidak bersalah. Tidak perlu mencari-cari titik kesalahan pelanggan ataupun menyalahkan yang lain. Tetaplah tenang dan tersenyum. Meminta maaf kepada pelanggan merupakan cara dan jalan yang baik demi kelangsungan bisnis kamu. Ini juga akan ada plus-nya, Karena dengan meminta maaf bukan berarti merendahkan diri bagaikan pecundang, namun membuat kamu akan lebih bersemangat dan belajar dari kesalahan, kepercayaan para pelanggan pun akan kembali normal. 4. Ajak bicara Pastinya setelah kamu minta maaf, maka kondisi atau keadaan akan lebih cair dan lebih nyaman dari sebelumnya. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk berkomunikasi dengan baik kembali. Kamu juga bisa menanyakan hal-hal kecil yang diyakini akan menambah keakraban dengan sang pelanggan tersebut. Jika keluhan dari pelanggan telah diterima dan kamu berjanji akan memperbaikinya, maka melakukan proses pengakraban dengannya adalah salah satu upaya untuk mempertahankan kesetiaan mereka. Jadi, pelanggan tersebut akan tetap datang dan melakukan pembelian, walaupun sudah melontarkan kata-kata pedas terhadap produk. Baca juga 9 Metode Pelayanan yang DIBENCI Konsumen 5. Mempertimbangkan upaya perbaikan Perencanaan perbaikan terhadap kekurangan produk kamu adalah langkah yang harus dilakukan berikutnya, Jangan biarkan masalah ini berlama-lama. Sebagai Entrepreneur yang ingin mempertahankan pelanggannya, segera cek kembali jika masih ada jenis produk lain yang selayaknya untuk dibenah, mulai dari kualitas produk dan kesesuaian dengan spesifikasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kritik baru terhadap barang/jasa yang disediakan, baik dari pelanggan setia maupun pelanggan baru. Menjaga kualitas produk secara berskala adalah salah satu kunci sukses dalam berbisnis. 6. Menyiapkan metode evaluasi yang baik Melakukan evaluasi pun jangan tanggung-tanggung, maksimalkan perbaikan sebaik mungkin terutama terhadap produk yang dituju. Bayangkan jika pelanggan yang menyampaikan keluhan tadi malah mengeluh untuk kedua kalinya, pada produk yang sama. Mulailah diskusi dengan rekan kerja maupun karyawan kamu dalam memilih metode perbaikan kualitas barang agar menemukan hasil yang optimal dan tidak memakan waktu yang lama atau berulang-ulang. 7. Memperbaiki segala Kesalahan Nah, jika penyiapan dan metode evaluasi sudah ditentukan, segera jalankan dan jangan menunda-nunda lagi. Kalau memungkinkan, berikan fitur tambahan pendukung untuk menciptakan kesan yang lebih unik, menarik dan tentunya bermanfaat dari produk/jasa kamu tersebut. 8. Menghubungi pelanggan yang memberi kritikan Kamu bisa saja menghubungi konsumen yang memberikan kritik dan saran sebelumnya dengan mengatakan bahwa produk telah selesai diperbaiki. Siapa tahu dia masih membutuhkannya dan belum melakukan pembelian ke tempat lain. Bukan hanya itu, teknik ini juga akan menambah keyakinan konsumen berkat kesungguhan kamu dalam menanggapi kritik dan keluhan mereka. Teknik ini juga masuk dalam jenis Pemasaran Telemarketing, yang sudah lama marak dipakai para pebisnis sukses dari seluruh dunia. 9. Melakukan/meningkatkan Pemasaran Salah satu dampak buruk dari banyaknya keluhan yang datang adalah, penurunan pada tingkat kepercayaan orang banyak akan produk kamu. Untuk itu, cobalah melakukan pemasaran kembali dengan memakai teknik pemasaran yang mampu menumbuhkan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan agar tidak segera lari ke Kompetitor. Baca Juga 11 Tahap Ampuh PEMASARAN Lengkap Ceritakan juga bahwa kamu benar-benar telah memaksimalkan kualitas produk beserta spesifikasinya. Namun ingat, jangan pernah berbohong. Karena jika kedapatan, maka akibatnya akan lebih parah lagi. PenutupDengan melakukan tips diatas, saya yakin keluhan dari pelanggan tersebut tidak akan berlangsung lama. Yang penting segera tanggapi dan beri yang terbaik. Dengarkan keluhannya, buang ego kamu, meminta maaf dan segera lakukan perubahan. Demikianlah, artikel kali ini mengenai Cara Menanggapi Kritik dan Saran dari Pembeli. Semoga kamu mampu menjadikan setiap keluhan pelanggan dengan mengambil sisi positif demi meningkatkan mutu serta kualitas produk. Artikel Penting Lainnya Teknik Mempromosikan Produk yang Terbukti Ampuh Meningkatkan Laba Cara yang baik menghadapi penolakan pada penjualan Cara Merayu Pelanggan Baru dalam Berdagang yang Terbukti Ampuh Artikel ini Diperbaharui pada 02 Januari 2019
ContohLayanan Pelanggan Yang Baik : Bagaimana Teknologi Dapat Membantu. October 9, 2021; by Mohamad dan Anda akan melihat contoh serupa dari layanan pelanggan yang baik yaitu responsif. Anda tidak hanya perlu menanggapi pelanggan atau pengunjung Anda secepat mungkin, tetapi Anda perlu melakukan yang terbaik untuk menjawab pertanyaan merekaSebagai pemilik bisnis, kamu juga akan menemukan beragam review dari pelanggan. Ada kalanya, review yang muncul bisa sangat buruk hingga mempertaruhkan nama baik dari bisnis yang kamu jalani. Jangan langsung panik karena ada berbagai cara untuk merespons review negatif tersebut. Review negatif yang kamu terima bisa hadir di banyak platform. Media sosial merupakan salah satu tempat banyak orang menumpahkan segalanya. Selain itu, para pembeli biasanya juga langsung memberikan review mereka di marketplace atau toko online tempat kamu memasarkan produk. Tentunya kamu tidak bisa membiarkan review negatif tanpa respons yang baik. Pasalnya, 84 persen masyarakat memercayai review yang tertulis di toko online atau marketplace. Yuk, cari tahu cara merespons review negatif tersebut. Cara Menanggapi Review Negatif di Toko Online Kamu Menanggapi review negatif dari pembeli menandakan kamu sangat peduli dengan mereka. Berikut langkah yang tepat dalam menanggapi review negatif di marketplace! 1. Berikan tanggapan Memberikan tanggapan atau balasan kepada pelanggan yang melakukan review perlu dilakukan. Jika review yang muncul negatif, kamu malah wajib membalasnya secepat mungkin. Membalas cepat juga akan menandakan bahwa kamu sangat memerhatikan kepuasan pelanggan. Balasan yang kamu berikan juga harus tetap menjaga kesopanan. Hindari membalas ulasan negatif dengan penuh rasa kesal. Kamu harus memulainya dengan mengucapkan terima kasih atas waktu yang mereka berikan untuk berbelanja dan mengulas produk yang sudah dibeli. Selanjutnya, tawarkan untuk berbicara secara personal. Dengan begitu, kamu bisa mendengarkan curahan hati pelanggan dengan lebih baik. 2. Mencari tahu masalahnya Dengan mendengarkan keluhan dari pelanggan, kamu bisa mengetahui dengan pasti kekurangan yang ada pada bisnismu. Kekurangan ini tentu bisa terjadi akibat kecerobohan yang memang kamu buat atau kesalahan teknis di luar kemampuan kamu. Dalam kasus jual-beli online, penyebab yang muncul juga bisa datang dari pelanggan itu sendiri. Bukan tidak mungkin mereka salah memilih varian produk atau pengantaran yang digunakan. Biarpun begitu, kamu tetap harus menghargai pelanggan tersebut. Baca juga Tips Supaya Pembeli Mau Kasih Review Bagus di Toko Onlinemu 3. Meminta maaf Langkah selanjutnya adalah meminta maaf. Ini tidak bisa ditawar biarpun sebenarnya kesalahan datang dari pelanggan itu sendiri. Kamu pun harus memberikan maaf dengan tulus. Permintaan maaf ini bisa diberikan dengan membalas review yang ditulis di marketplace. Kamu pun bisa mengirimkan pesan singkat, email, atau telepon kepada pelanggan tersebut. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa kepuasan pelanggan tetap menjadi nomor satu dalam bisnis yang kamu jalani. 4. Memberikan penjelasan Selain ingin didengar, para pelanggan juga ingin mendapatkan penjelasan. Informasi ini bertujuan supaya semua pihak mengetahui kesalahan yang terjadi. Namun, tetap ada yang harus diperhatikan saat menjelaskan masalah ke pelanggan. Hal pertama dan yang paling penting adalah tidak menyalahkan orang lain. Karena pelanggan membeli dari toko kamu, di mana pun letak kesalahan yang terjadi pasti ada di usaha kamu. Bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan ini adalah cara terbaik dalam menjelaskan masalahnya. Kamu pun tetap perlu meminta maaf biarpun kesalahan itu datang dari pihak lain. Lalu, berjanjilah bahwa kamu akan melakukan sesuatu setelah kejadian ini. Jika kesalahan dari kamu, tentunya kamu perlu memperbaikinya. Di sisi lain, kamu pun harus membuat transaksi menjadi lebih mudah guna meminimalkan kesalahan dari pihak pembeli. Baca juga Cara Sigap Kirim Barang Sesuai dengan Orderan 5. Memberikan kompensasi Tidak ada yang lebih baik ketimbang memberikan kompensasi kepada pelanggan tersebut. Pasalnya, pelanggan tentu akan merasa dirugikan dalam banyak hal, baik uang maupun waktu. Selain itu, mereka pun menjadi memiliki pengalaman buruk saat berbelanja di marketplace tempat toko kamu berada. Kamu bisa tentukan kompensasi yang akan diberikan. Misalnya memberikan pergantian barang tanpa dikenakan biaya apa pun. Jika ingin menjaga hubungan baik, kamu juga bisa memberikan diskon sekitar 20—40 persen untuk pembelian berikutnya. Cara ini akan membuat pelanggan tersebut tertarik untuk kembali bertransaksi. Hitung-hitung biaya yang dikeluarkan untuk menjaga pelanggan agar tetap setia pada tokomu. 6. Mengajak berdiskusi Cara ini yang masih jarang dilakukan oleh para pelaku bisnis. Sisi baiknya, mengajak diskusi pelanggan akan memberikan kamu banyak masukan berarti untuk kelangsungan bisnis. Kamu malah bisa sekaligus menjaga hubungan baik dengan pelanggan tersebut setelah pengalaman tidak menyenangkan. Kamu bisa mengajak diskusi secara online dengan memberikan alamat email yang kamu pakai. Jika memang berkenan, kamu pun bisa memberikan nomor kontak pribadi untuk membuat percakapan lebih personal. 7. Tidak menghapus komen negatif Kesalahan terbesar yang sering sekali dilakukan oleh pebisnis online adalah menghapus review negatif. Langkah ini malah memberikan kesan bahwa kamu tidak profesional dalam penanganan keluhan konsumen. Image toko online kamu bisa bertambah buruk jika tidak menyelesaikan masalah yang muncul. Biarkanlah komentar negatif itu tetap ada. Toh, kamu sudah membalasnya sekaligus menyelesaikan masalah yang muncul. Penyelesaian masalah ini yang dilihat oleh pelanggan lain juga bisa menjadi nilai plus. Banyak orang yang nantinya akan lebih tenang saat bertransaksi di toko online kamu. Cara terbaik untuk menutup komen dan review negatif ini adalah memperbanyak komentar positif. Berikanlah produk, pengemasan, serta pelayanan terbaik kepada pelanggan. Saat pelanggan puas setelah berbelanja di toko kamu, mereka pun dengan senang hati memberikan review positif. Itulah beberapa cara terbaik untuk menanggapi review negatif yang diterima toko online kamu. Kuncinya, menyelesaikannya dengan baik akan mengubah dan memperbanyak respons positif di kolom komentar. Nah, semoga ulasan di atas bisa membantu kamu dalam menanggapi review negatif di marketplace, ya. Mau tahu informasi seputar tips berjualan online di Bukalapak up to date setiap harinya? Jangan lewatkan informasinya dengan follow Instagram Pelapak_bukalapak aja! Klik di bawah ini ya! Follow Instagram Pelapak_bukalapak 19Agustus 2021 Meningkatkan Brand Awareness Menggunakan Email Marketing. Setiap pemilik usaha pasti ingin meningkatkan brand awareness dari produk yang dipasarkan. Email marketing adalah salah satu strategi paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut.. Memang secara kasat mata penggunaan email dalam peningkatan popularitas suatu brand kurang efektif. Namun jika diaplikasikan secara tepat Bagaimana Kamu Menanggapi Pelanggan Tersebut – Ketika saya melayani seorang pelanggan di toko saya, dia terlihat sangat kesal dan marah. Saya merasa takut dan tidak tahu harus bagaimana. Namun, saya berusaha untuk menenangkannya dengan menggunakan pendekatan yang sopan dan berhati-hati. Saya berkata dengan sopan, “Maafkan saya, pelanggan yang saya hormati. Apa yang membuat Anda marah?” Pelanggan itu menjelaskan masalahnya. Dia sebenarnya kecewa karena produk yang dibelinya tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Saya menyadari ini adalah kesalahanku, karena saya seharusnya menjelaskan lebih rinci tentang produk tersebut. Saya mencoba sebaik mungkin untuk memperbaiki masalahnya. Saya menawarkan pengembalian uang atau pertukaran produk. Akhirnya pelanggan tersebut memutuskan untuk menukar produknya. Saya berterima kasih padanya karena telah bersabar dan memahami situasinya. Saya juga meminta maaf atas kesalahan ini dan menjamin bahwa saya akan berhati-hati di masa depan. Ketika pelanggan tersebut pergi, saya merasa sangat sedih dan bersalah. Meskipun begitu, saya juga merasa senang karena saya telah berhasil menyelesaikan masalahnya dan pelanggan tersebut pergi dengan senyuman di wajahnya. Ini adalah tugas yang sulit, tetapi saya berusaha untuk melayani pelanggan sebaik mungkin. Saya percaya bahwa menangani pelanggan yang marah adalah hal yang penting dalam bisnis. Jika saya bisa menyelesaikan masalah pelanggan tersebut dengan perasaan yang baik, maka saya akan selalu mengingat cara yang tepat untuk menanggapi pelanggan. Harus ada komunikasi yang baik dan pemahaman bersama untuk membangun hubungan yang positif dengan pelanggan. Saya harus berhati-hati untuk tidak menyalahkan pelanggan dan mencari solusi yang terbaik untuk masalahnya. Ini adalah cara terbaik untuk menanggapi pelanggan. Penjelasan Lengkap Bagaimana Kamu Menanggapi Pelanggan Tersebut1. Berusaha untuk menenangkan pelanggan dengan pendekatan yang sopan dan berhati-hati. 2. Mendengarkan masalah pelanggan dan mencoba untuk memperbaiki Berterima kasih atas kesabaran dan pemahaman Meminta maaf atas kesalahan dan menjamin bahwa hal serupa tidak akan terulang Mencari solusi yang terbaik untuk masalah Menjaga komunikasi dan pemahaman yang baik dengan Menghindari menyalahkan pelanggan. Penjelasan Lengkap Bagaimana Kamu Menanggapi Pelanggan Tersebut 1. Berusaha untuk menenangkan pelanggan dengan pendekatan yang sopan dan berhati-hati. Setiap bisnis yang berhasil memiliki pelanggan yang loyal dan tertarik. Tetapi bagaimana Anda bisa memuaskan pelanggan jika mereka marah atau kecewa? Tidak peduli apakah seorang pelanggan mendapatkan produk yang salah atau tidak sesuai harapan mereka, Anda harus berusaha untuk menanggapi pelanggan tersebut dengan pendekatan yang sopan dan berhati-hati. Pertama-tama, Anda harus menyadari bahwa orang yang marah tidak akan bisa mendengar apa yang Anda katakan. Jadi, jangan mencoba untuk menyelesaikan masalah tersebut hingga mereka menenangkan diri. Anda harus mengakui bahwa mereka marah dan mencoba untuk berbicara dengan mereka dengan suara yang tenang dan sopan. Ini akan membantu mereka merasa bahwa Anda ingin menyelesaikan masalah. Kemudian, Anda harus berusaha untuk mendengarkan pelanggan dengan seksama dan mengerti bagaimana mereka merasa. Anda harus memastikan bahwa Anda tahu persis apa yang mereka ingin. Jika Anda tidak yakin, mintalah kepada mereka untuk menjelaskan kembali dan pastikan bahwa Anda telah memahaminya dengan benar. Selanjutnya, Anda harus mencoba untuk mencari solusi yang dapat memuaskan pelanggan. Usahakan untuk menawarkan mereka opsi yang dapat membantu mereka mencapai tujuannya. Jika Anda tidak dapat menawarkan solusi yang dapat memuaskan pelanggan, Anda harus berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan cara lain, seperti menawarkan kompensasi atau diskon. Terakhir, Anda harus berusaha untuk menjaga agar pelanggan tetap setia dengan bisnis Anda. Anda harus berusaha untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan tersebut. Mulailah dengan mengirimkan email follow-up atau pesan teks untuk memastikan bahwa mereka telah memperoleh solusi yang mereka cari. Jika mereka masih tidak puas, tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaikinya. Kesimpulannya, Anda harus berusaha untuk menenangkan pelanggan dengan pendekatan yang sopan dan berhati-hati. Berusahalah untuk mendengarkan pelanggan dan mengerti apa yang mereka inginkan. Jika Anda tidak dapat memberikan solusi yang dapat memuaskan pelanggan, berusahalah untuk memberikan kompensasi atau diskon. Jangan lupa untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan tersebut dengan berusaha untuk memastikan bahwa mereka telah mendapatkan solusi yang mereka cari. 2. Mendengarkan masalah pelanggan dan mencoba untuk memperbaiki masalahnya. Mendengarkan masalah pelanggan dan mencoba untuk memperbaiki masalahnya adalah salah satu cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ini merupakan bagian penting dari proses pelayanan pelanggan yang efektif. Ketika membantu pelanggan, Anda harus mendengarkan dengan cermat dan mencoba untuk memahami masalahnya sebelum mencoba untuk memperbaikinya. Hal ini penting karena dengan melakukannya, Anda dapat mengidentifikasi masalah yang membuat pelanggan merasa tidak puas dengan layanan atau produk yang Anda tawarkan. Pertama, Anda harus memastikan bahwa Anda benar-benar mengerti masalah pelanggan. Cobalah untuk mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa Anda benar-benar memahami masalah yang dihadapi pelanggan. Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat. Dengarkan dengan cermat apa yang pelanggan katakan dan pastikan bahwa Anda memahami masalahnya dengan benar. Anda juga harus mencoba untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan apa yang diharapkan mereka. Ketika Anda telah memahami masalah yang dihadapi pelanggan, Anda dapat mulai mencari solusi untuk masalah tersebut. Pastikan bahwa Anda menyarankan solusi yang tepat dan relevan. Jangan menawarkan solusi yang tidak berguna atau tidak efektif. Jika Anda tidak yakin tentang sesuatu, Anda dapat bertanya kepada pelanggan agar Anda dapat memahami masalahnya dengan lebih baik. Anda juga harus menghindari menggunakan kata-kata yang menghinakan pelanggan atau menyalahkan mereka. Ini dapat meningkatkan kemarahan pelanggan dan membuat mereka merasa tidak dihargai. Cobalah untuk berkomunikasi dengan pelanggan dengan sikap yang ramah dan membantu. Setelah Anda menemukan solusi yang tepat untuk masalah pelanggan, cobalah untuk menjelaskan dengan jelas bagaimana solusi tersebut dapat membantu mereka. Terakhir, pastikan bahwa Anda mengikuti proses ini secara konsisten dan mengikuti up dengan pelanggan untuk memastikan bahwa solusi yang Anda tawarkan telah membantu mereka. Dengan cara ini, Anda dapat membangun hubungan yang baik dengan pelanggan Anda dan memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan yang terbaik. 3. Berterima kasih atas kesabaran dan pemahaman pelanggan. Menanggapi pelanggan adalah salah satu kompetensi yang paling penting bagi setiap profesional dalam industri layanan pelanggan. Pemahaman yang baik tentang bagaimana menanggapi pelanggan dapat membantu Anda menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dan membantu Anda menangani situasi yang sulit dengan cara yang efisien dan profesional. Salah satu cara yang efektif untuk menanggapi pelanggan adalah dengan berterima kasih atas kesabaran dan pemahaman mereka. Dengan mengucapkan terima kasih, Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai usaha mereka untuk memahami permasalahan dan mencari solusi. Ini juga akan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda menghargai mereka secara pribadi dan mengharapkan hubungan yang positif dan berkelanjutan. Ketika berterima kasih, jangan lupa untuk menyebutkan secara spesifik apa yang Anda hargai. Misalnya, Anda dapat berterima kasih atas kesabaran pelanggan sebagai cara untuk membantu Anda menyelesaikan permasalahan. Anda juga dapat berterima kasih atas pemahaman mereka tentang situasi dan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan Anda untuk mencapai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Berterima kasih juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap Anda. Ini dapat membuat pelanggan merasa dihargai dan memperkuat hubungan yang Anda miliki. Berterima kasih adalah cara yang efektif dan mudah untuk menanggapi pelanggan. Ini adalah cara yang efisien untuk menunjukkan bahwa Anda menghargai usaha mereka untuk memahami situasi dan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Dengan berterima kasih, Anda dapat membangun hubungan yang positif dan berkelanjutan dengan pelanggan Anda. 4. Meminta maaf atas kesalahan dan menjamin bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi. “Meminta maaf atas kesalahan dan menjamin bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi” adalah poin penting yang harus diingat ketika menanggapi pelanggan. Meminta maaf adalah cara yang baik untuk menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda mengakui bahwa ada kesalahan yang dilakukan dan bersedia memperbaikinya. Ini adalah langkah pertama untuk memulihkan hubungan yang memuaskan dengan pelanggan. Selain itu, ketika Anda meminta maaf atas kesalahan yang terjadi, Anda juga harus menjamin bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi. Ini akan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda memperhatikan masalahnya, dan Anda akan mengambil tindakan untuk memastikan bahwa kesalahan ini tidak terulang lagi. Ketika Anda menanggapi pelanggan, Anda harus menunjukkan bahwa Anda peduli tentang masalah mereka. Gunakan bahasa yang sopan dan jelas ketika berbicara dengan pelanggan. Anda harus mendengarkan apa yang pelanggan katakan dan menjawab pertanyaan mereka secara terperinci. Ini akan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda memahami masalah mereka dan Anda akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Anda juga harus menyarankan solusi yang dapat membantu menyelesaikan masalah pelanggan. Anda harus menawarkan solusi yang realistis dan jelas, sehingga pelanggan dapat dengan mudah memahaminya. Jika Anda tidak dapat memberikan solusi yang cukup baik, Anda harus berusaha untuk mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Langkah terakhir adalah meminta maaf atas kesalahan tersebut dan berjanji bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi. Jika Anda bersedia melakukan hal ini, pelanggan akan merasa dihargai dan diperlakukan dengan hormat. Ini juga akan membantu membangun kepercayaan pelanggan dengan Anda dan bisnis Anda. Ketika pelanggan berurusan dengan Anda, mereka harus merasa bahwa mereka mendapatkan layanan yang baik dan bahwa masalah mereka akan diselesaikan dengan benar. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meminta maaf dan menjamin bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi, Anda dapat membangun hubungan yang memuaskan dengan pelanggan Anda. Hal ini penting untuk membangun reputasi bisnis Anda dan mempertahankan pelanggan yang loyal. Dengan begitu, Anda dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan pendapatan bisnis Anda. 5. Mencari solusi yang terbaik untuk masalah pelanggan. Ketika menanggapi pelanggan, mencari solusi yang terbaik untuk masalah mereka adalah kunci untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa pelanggan Anda tetap puas dengan layanan Anda. Ini juga dapat membantu Anda mengembangkan reputasi positif dan menghindari masalah yang mungkin terjadi di masa depan. Mendengarkan apa yang pelanggan Anda inginkan dan memahami masalah yang mereka hadapi adalah langkah pertama untuk mencari solusi yang terbaik. Ini mungkin melibatkan menyelidiki masalah dan mencari tahu alasan di baliknya. Setelah itu, Anda dapat menggunakan informasi yang Anda dapatkan untuk mengidentifikasi solusi yang paling sesuai. Setelah mengidentifikasi solusi yang potensial, Anda harus berkomunikasi dengan pelanggan Anda dan memastikan bahwa mereka setuju dengan solusi yang direkomendasikan. Ini akan memastikan bahwa pelanggan Anda merasa dihargai dan bahwa mereka memahami solusi yang Anda tawarkan. Anda juga dapat menggunakan kesempatan ini untuk mencari tahu lebih banyak tentang pelanggan Anda dan meningkatkan pengalaman mereka. Setelah mencapai kesepakatan tentang solusi yang terbaik, Anda harus mengeksekusi solusi tersebut dengan efisien dan tepat waktu. Ini akan memastikan bahwa pelanggan tidak merasa bahwa mereka telah membuang waktu atau energi. Selain itu, ini juga akan membantu Anda membangun reputasi Anda sebagai penyedia layanan yang dapat diandalkan. Kemudian, setelah Anda menyelesaikan solusi, Anda harus memantau dampaknya dan memastikan bahwa solusi tersebut berhasil menyelesaikan masalah pelanggan. Ini akan memastikan bahwa pelanggan merasa puas dengan layanan Anda dan dapat menjadi alasan mereka untuk menjadi pelanggan setia. Mencari solusi yang terbaik untuk masalah pelanggan Anda bukanlah tugas yang mudah. Namun, jika Anda dapat mencapai kesepakatan tentang solusi yang tepat dan mengeksekusinya dengan baik, Anda akan membangun reputasi yang baik di antara pelanggan Anda dan membantu Anda meningkatkan pengalaman pelanggan. 6. Menjaga komunikasi dan pemahaman yang baik dengan pelanggan. Menjaga komunikasi dan pemahaman yang baik dengan pelanggan adalah salah satu cara terbaik untuk menanggapi pelanggan. Ini adalah cara yang efektif untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan dengan demikian memastikan bahwa mereka akan terus datang kembali kepada Anda. Untuk membuat komunikasi dan pemahaman yang baik, Anda harus memperhatikan sejumlah hal. Pertama, pastikan bahwa Anda menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana ketika berbicara dengan pelanggan. Pastikan bahwa Anda menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan berusaha untuk menjelaskan masalah dengan jelas. Jangan menggunakan jargon atau bahasa teknis, karena ini dapat menyulitkan pelanggan dalam memahami apa yang Anda maksud. Kedua, pastikan bahwa Anda memberikan atensi yang cukup pada pelanggan. Pastikan bahwa Anda mendengarkan dengan seksama masalah yang dihadapi pelanggan dan mencoba untuk memahaminya dengan baik. Jika Anda tidak memahami sesuatu, jangan takut untuk bertanya. Ini akan membantu Anda untuk memahami persoalan yang dihadapi oleh pelanggan dan membantu Anda untuk menyelesaikannya dengan baik. Ketiga, pastikan bahwa Anda menanggapi pertanyaan dan masalah pelanggan dengan cepat. Pastikan bahwa Anda merespons setiap pertanyaan dengan cepat dan menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan. Ini akan membuat pelanggan merasa dihargai dan dapat meningkatkan kepuasan mereka. Keempat, pastikan bahwa Anda menyampaikan informasi yang benar dan akurat kepada pelanggan. Jangan menyampaikan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. Pastikan bahwa Anda menjelaskan masalah dengan jelas dan benar dan menjelaskan semua opsi yang tersedia untuk menyelesaikan masalah. Kelima, pastikan bahwa Anda mengajukan pertanyaan yang tepat untuk memastikan bahwa Anda benar-benar memahami masalah yang dihadapi pelanggan. Ini akan memastikan bahwa Anda dapat memberikan solusi yang tepat dan sesuai untuk masalah yang dihadapi. Keenam, pastikan bahwa Anda memberikan feedback yang layak kepada pelanggan. Anda harus menunjukkan bahwa Anda peduli dengan masalah yang dihadapi pelanggan dan berusaha untuk memecahkannya. Ini akan membuat pelanggan merasa dihargai dan membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka. Menjaga komunikasi dan pemahaman yang baik dengan pelanggan adalah salah satu cara terbaik untuk menanggapi pelanggan. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, memberikan perhatian yang cukup, menanggapi pertanyaan dengan cepat, menyampaikan informasi yang akurat, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan memberikan feedback yang layak, Anda dapat membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan kepuasan pelanggan. 7. Menghindari menyalahkan pelanggan. Ketika seseorang dalam kapasitas pelayanan pelanggan, salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki adalah bagaimana cara menanggapi pelanggan dengan baik. Menanggapi pelanggan dengan cara yang tepat dapat membantu menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Salah satu hal yang paling penting ketika menanggapi pelanggan adalah menghindari menyalahkan pelanggan. Menyalahkan pelanggan akan membuat pelanggan merasa tidak dihargai, yang pada akhirnya akan mengurangi kepuasan pelanggan. Sebagai gantinya, lebih baik untuk menghindari menyalahkan pelanggan, dan mencoba untuk memahami masalah mereka dan mencari solusi untuk masalah mereka. Pertama-tama, ketika Anda menanggapi pelanggan, penting untuk mengungkapkan empati dan simpati. Ini memberi tahu pelanggan bahwa Anda memahami dan menghargai situasi mereka dan bahwa Anda ingin membantu mereka. Ini juga penting untuk mengajukan pertanyaan yang tepat untuk memahami masalah mereka lebih jauh. Dengan mengajukan pertanyaan yang tepat, Anda dapat memahami masalah mereka dan mencari solusi yang tepat. Selain itu, penting untuk mencoba untuk tidak menyalahkan pelanggan. Ini dapat dengan mudah membuat pelanggan tersinggung, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hubungan Anda dengan pelanggan. Selanjutnya, ketika menanggapi pelanggan, penting untuk memberi mereka informasi yang tepat dan akurat. Memberikan informasi yang salah dapat mengakibatkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Selain itu, memberikan informasi yang tepat juga akan membantu Anda menyelesaikan masalah pelanggan lebih cepat. Selain itu, penting untuk menghargai waktu pelanggan. Jika Anda menunda menjawab pertanyaan atau masalah pelanggan, ini dapat membuat pelanggan merasa tidak dihargai. Oleh karena itu, penting untuk menghargai waktu pelanggan dan berusaha untuk menyelesaikan masalah mereka secepat mungkin. Ketika menanggapi pelanggan, penting untuk selalu berhati-hati dengan bahasa yang Anda gunakan. Gunakan bahasa yang jelas dan tidak berbelit-belit, yang dapat dengan mudah dipahami pelanggan. Jika Anda menggunakan bahasa yang berbelit-belit, pelanggan dapat merasa bingung dan tidak mampu mengikuti apa yang Anda katakan. Selain itu, pastikan untuk menutup percakapan Anda dengan cara yang positif. Tunjukkan pada pelanggan bahwa Anda memahami masalah mereka dan berusaha untuk menyelesaikan masalah mereka. Untuk menanggapi pelanggan dengan benar, penting untuk menghindari menyalahkan pelanggan. Menyalahkan pelanggan akan membuat pelanggan merasa tidak dihargai, yang pada akhirnya dapat mengurangi kepuasan pelanggan. Sebagai gantinya, lebih baik untuk mencoba untuk memahami masalah mereka dan bertindak sebagai mitra untuk menyelesaikan masalah mereka. Dengan mengikuti cara-cara ini, Anda dapat membuat pelanggan merasa dihargai dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.
Kepuasan pelanggan adalah salah satu prioritas utama kami, dan kami kecewa mengetahui bahwa saat Anda berkunjung, Anda mendapatkan pengalaman yang kurang baik." 3. Berikan Kompensasi. Tunjukkan inisiatif bahwa Anda ingin masalah pelanggan tersebut terselesaikan dan Anda bertanggungjawab atas pengalaman tidak menyenangkan yang mereka rasakan.
Percakapan merupakan hal yang sangat lazim bagi setiap orang. Namun bagi sebagian orang percakapan itu sesuatu yang sangat merepotkan. Sangat sulit untuk menemukan topik yang pas dalam memulai conversation yang baik. Bagi sebagian orang lebih memilih untuk menghindar interaksi secara langsung agar tidak canggung dalam bercakap. Images from Pexels Dalam berbisnis mengasah conversation itu sangatlah penting. Bagaimana kamu memulai percakapan akan menentukan bagaimana tanggapan dari calon pelanggan tersebut. Jadi, jika kamu menanggapi calon dengan cuek, siap-siap aja bisnis kamu akan dijauhi oleh calon-calon pelanggan juga Kegagalan Marketing yang Sering Terjadi dalam BisnisPernah gak liat livechat atau chat support? Nah, coba kalian chat atau yang sering melakukan chatting dengan customer service, pasti paham gimana ademnya ditanggapi dengan baik. Hal ini akan memberikan nilai plus kepada bisnis kamu. Begitupula sebaliknya, terkadang ada customer service yang cuek dalam menanggapi, sering kali terlontar kata-kata kasar oleh pelanggan maupun calon pelanggan. Conversation Menentukan Segalanya Membuka obrolan ringan sangat mudah sebenarnya. Kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang rumit dalam percakapan. Anggap saja calon pelanggan adalah teman ngobrol kamu biasanya. Akan sangat membantu dalam melatih menghadapi pelanggan nyata. Kamu juga bisa membuka topik-topik ringan dengan orang-orang baru yang akan kamu jadikan target. Memulai Percakapan Kamu bisa membuka percakapan dengan awalan salam muslim atau dengan kata pembuka yang menyejukkan atau sopan. Lawan bicara kamu pasti akan menilai setiap tutur kata yang kamu berikan, jadi pastikan kata-kata yang kamu pakai bukanlah kata yang sulit untuk dipahami oleh client ya. Gunakan kata-kata yang baik dalam berbicara, biasanya dibuka dengan kata-kata Halo mas, saya dari perusahaan X menawarkan kerjasama dengan mas. Jika berkenan, saya mengharapkan balasan dari mas. Salam, Marketer Assalamualaikum mas, maaf nih ganggu. Jika berkenan, saya ingin menawarkan mitra kerja dengan mas untuk jangka panjang. Saya tertarik dengan bisnis yang mas bangun. Etc. Beberapa sample diatas yang sering saya gunakan untuk membuka topik percakapan ringan dengan client atau teman yang tersedia di sosial media saya. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai conversation dengan calon pelanggan sebagai berikut Perhatikan siapa lawan bicara. Jika percakapan diawali dengan hal keruh, kendalikan suasana dengan membawa ke hal yang lebih ringan. Pastikan calon pelanggan punya ketertarikan dengan jasa bisnis kamu. Hindari jam-jam sibuk yang mengganggu kegiatan. Etc. Kamu juga harus sering melakukan conversation dengan kerabat-kerabat kamu, hal ini akan membantu kamu untuk melatih mental dan tata-cara berbahasa lebih mudah. Referensi Kebiasan pribadi saat melakukan negosiasi dengan clientHalhal tersebut diantaranya adalah: Lihat karakter usaha Anda dan sesuaikan dengan karakter pribadi Anda Anda Peluang usaha dapat muncul dari hobi kita sendiri, yang sebelumnya mungkin Anda tidak sadar bahwa hobi Ide yang berpeluang usaha bisa didapatkan dari hal-hal seperti berikut ini Berikut beberapa sumber peluang usaha dan cara
Tips 21 Mar 2021, Ditulis oleh Bentangku Persaingan usaha bukan hal baru dalam bisnis, termasuk soal merebut hati pelanggan. Kemudahan dalam mendapatkan pasokan barang membuat semakin banyak penjual barang yang sama. Harga yang ditawarkan pun bersaing. Sukotjo dalam Majalah Ilmiah Ekonomika Volume 13 Nomor 4, Upaya Untuk Menjadi The Real Market Leader’ menulis, keberhasilan menarik pelanggan dari kompetiror menjadi salah satu ciri pemimpin pasar. Ini merupakan salah satu kemenangan dan tingkat keberhasilan tertinggi dalam sebuah usaha. Jika kamu menjadi market leader, artinya kamu mendominasi pasar dan pesaingmu BossQ. Dominasi ini merupakan ukuran kekuatan sebuah merek. Namun ingat, persaingan bisnis harus dilakukan dengan cara yang sehat. Kamu tidak boleh gegabah. Demi merebut hati konsumen kompetitor, bukan berarti kamu bisa melakukan apa saja. Salah-salah, hal ini bisa berbalik untuk usahamu. Misal, citra tokomu yang jadi buruk di mata konsumen. Nah, bagaimana sih caranya menarik pelanggan kompetitor dengan cara elegan? Setidaknya, ada lima cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk merebut hati pelanggan pesaing yang Qasir rangkum dari berbagai sumber. Berikut kelima cara itu 1. Layanan terbaik Praktisi dan konsultan servis Cylatamia Irawan, seperti dilansir Detik mengatakan, kunci utama untuk merebut pelanggan dari competitor adalah memberikan pelayanan terbaik pada konsumen agar mereka menjadi pelanggan setia. "Belajar dari bisnis yang sudah besar. Mereka ternyata memfokuskan pelayanan yang baik pada customer-nya. Itu yang membedakan dengan perusahaan atau bisnis lain yang serupa," kata perempuan yang akrab disapa Mia itu, Bandung, seperti dilansir Detik. Jika kamu menyangka promosi adalah kuncinya, coba dipikir ulang lagi. Mia menyebut, promosi besar-besaran bukanlah jaminan banyaknya konsumen datang ke lapakmu berulang. Promosi, lanjut dia, hanya mengundang konsumen datang untuk pertama kali. "Selanjutnya customer akan melakukan penilaian. Kalau pelayanannya tidak bagus, ya mereka akan pergi mencari tempat lain. Jadi promosi besar-besar akan percuma tanpa ada pelayanan yang baik," ujar Mia. Oleh karena itu, kamu harus memperlakukan konsumen sebagai raja. Meski ini ungkapan kuno, tapi upaya ini selalu berhasil mengambil hati konsumen. Konsumen bakal tetap balik ke lapakmu meski harga yang kamu patok lebih tinggi dari pesaingmu. Mia menyebut ada tujuh service bites yang harus dipenuhi. Antara lain, akses, kompetensi, keramahtamahan, responsif, kecepatan dan keamanan. Akses misalnya, tempat usaha akan ditinggalkan jika sulit dijangkau oleh konsumen, ini juga berlaku untuk toko online ya Usahawan. Kamu harus gerak cepat untuk membalas chat dari calon konsumen. Sementara, untuk kompetensi, kamu harus tahu info soal produk yang kamu jual dan dapat menjelaskannya ke calon konsumen. Kamu pun harus ramah dalam merespons konsumen BossQ. Termasuk dalam menanggapi protes atau keluhan dari pelanggan. Seperti yang dialami oleh Ika, karyawan swasta di Kedoya Utara, Jakarta Barat. Pada Januari 2021 lalu, dia kebingungan memilih untuk membeli parfum dari toko A atau B. Harga parfum di toko A lebih murah dan tokonya lebih populer di media sosial. Sementara toko B menawarkan parfum yang sama dengan harga lebih mahal 10 persen. “Toko B ini memang katanya saingannya toko A. Tapi pada akhirnya saya pilih toko A karena dia lebih banyak muncul di media sosial,” kata Ika kepada Qasir, Sabtu 20/3/2021. Sebelum beli, dia sudah memastikan ketersediaan parfum yang dimaksud. Penjual pun mengatakan, persediaan masih ada. Setelah transaksi diselesaikan, sehari kemudian toko A mengonfirmasi parfum tersebut habis dan menawarkan untuk diganti dengan parfum merek lain. “Karena memang yang saya tuju parfum itu ya saya tidak mau diganti merek lain. Sedari awal kan saya sudah tanya dan dibilang ada. Setelah itu transaksi langsung saya selesaikan. Tapi kemudian disebut habis barangnya. Pas saya ajukan refund, chat saya tak kunjung dibalas selama 2 hari. Saya protes melalui Instagram, tapi akun saya diblock sama toko tersebut, bukannya diselesaikan,” tutur Ika. Sampai akhirnya, dia mendapatkan pengembalian uang. Dia kemudian membeli parfum di toko B. Menurut dia, pelayanan di toko B lebih ramah dan amanah. Sampai saat ini, dia memilih berlangganan di toko B. 2. Promosi Namun, promosi juga harus kamu pertimbangkan untuk langkah kedua. Sesekali ikut dalam program terkait belanja, misalkan Midnight Sale. Kamu bisa memberikan diskon, baik potongan harga pada pembelian pertama atau kedua. Bisa juga memberikan diskon jika pembelian mencapai jumlah tertentu. Bisa juga dengan memberikan bonus untuk pembelian tertentu. Misalnya bila pesaingmu menjual produk dengan harga yang lebih murah, maka bisa dilawan dengan menawarkan “beli 2 gratis 1”. 3. Ciptakan produk yang berbeda Inovasi sangat penting. Dengan menciptakan produk yang unik dan belum ada di pasaran, maka produkmu memiliki nilai lebih di mata konsumen. Produk yang unik dengan ciri khas tertentu, memiliki daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Mereka bakal lebih mengenali produkmu 4. Maksimalkan media sosialmu Manfaatkan media sosial untuk merinteraksi atau sekedar menyapa pelangganmu. Variasikan konten hingga jenis interaksi, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan informasi lengkap tentang produkmu. 5. Pelajari kelebihan dan kelemahan pesaing Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan pesaing, kamu bisa menentukan langkah yang harus diambil. Misal, kelebihan pesaingmu adalah kualitas barang dan kelemahannya ada di layanan. Untuk mengambil hati konsumennya, kamu bisa menaikkan layananmu, mulai dari cara berkomunikasi hingga pengemasan dan pengiriman. Jangan Ikut Kebobolan Tapi, kamu juga jangan sampai kebobolan lho BossQ. Kamu pun harus mampu mempertahankan pelangganmu agar tak beralih ke kompetitor. Hati-Hati Pelangganmu Bisa Kabur mengutip Inc, menyebut ada lima hal yang harus dihindari usahawan karena bisa membuat pelangganmu kabur. Kelima hal itu adalah 1. Membuat konsumen menunggu Konsumen tak bakal mengerti dan tetap benci menunggu, meski kamu harus melayani seratusan pelanggan. Menurut sejumlah penelitian, para konsumen batal membeli sebuah produk jika dia harus menunggu dalam waktu terlalu lama. 2. Memberikan pesanan konsumen sesuai yang dijanjikan Tak ada salahnya mengirimkan pesanan sesuai dengan apa yang dipesan pelangganmu. Tapi jangan salah, memberikan kejutan lebih dari sekadar yang dijanjikan, akan menarik para konsumen untuk datang kembali membeli di lapakmu. Misal, pelangganmu memesan kuas make up, kamu bisa berikan pouch bag sebagai bonus meski dengan bahan kain tipis. 3. Sulit dihubungi Sekali lagi, para konsumen tidak suka menunggu. Apalagi jika penjual sulit dihubungi, dijamin mereka bakal segera beralih ke toko lain. 4. Tawarkan produk secara agresif Menawarkan produk boleh saja. Asal jangan agresif Usahawan. Konsumen sangat membenci promosi berulang. Hal tersebut sangat mengganggu dan justru membuatnya enggan membeli produkmu. 5. Merahasiakan sebagian informasi produk Kadang memang para pebisnis harus selektif dalam memilih informasi yang disampaikan ke calon pembeli. Tapi bukan berarti kamu bisa merahasiakan informasi penting yang seharusnya diterima pelanggan ya. Qasir Baca juga 5 Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan dari Rumah Selama Pandemi Ini Rahasianya Agar Online Shopmu Tidak Rugi Mau Aplikasi Kasir Gratis? Cari Infonya di Sini! Prospek Bisnis Kopi Susu Gula Aren Sepanjang Tahun 2021 14 Jenis Usaha Ini Diramalkan Naik Daun di tahun 2021 7 Usaha Sampingan yang Cocok untuk Karyawan Seperti Kamu Share artikel iniBanyakrestoran dengan segera mencari cara untuk meningkatkan penjualan melalui delivery. Oleh karena itu, kami telah mengumpulkan tujuh ide yang terbukti ini untuk dicoba di restoran Kamu. 1. Wajib Online. Sebelum Kamu melakukan hal lain, pastikan bisnis Kamu mudah ditemukan secara online. Bisa dimulai dari sosial website, google bisnis dan
Komplain pelanggan merupakan hal yang lumrah dalam dunia bisnis. Sebab, tentu tidak semua pelanggan bisa kamu puaskan. Lebih dari itu, kamu juga tidak bisa mengontrol sepenuhnya respons pelanggan atas suatu produk yang kamu tawarkan. Dengan pemahaman itu, bisnis yang baik justru akan memandang komplain sebagai hal positif karena komplain bisa menjadi bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik. Jadi, jika kamu memiliki usaha dan mendapat komplain dari pelanggan, jangan berkecil hati. Tetaplah bersikap positif saat menerima keluhan. Yang perlu kamu lakukan hanya mengetahui bagaimana cara meresponsnya agar kekecewaan mereka bisa teratasi. Sebenarnya, komplain pelanggan itu apa, sih? Pengertian Komplain Pelanggan Komplain pelanggan adalah umpan balik feedback pelanggan dalam bentuk keluhan akibat rasa kurang puas terhadap produk atau jasa yang digunakan. Respons negatif ini disampaikan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Ada berbagai jenis komplain pelanggan yang umum terjadi, mulai dari komplain terhadap kualitas produk/jasa sampai berkaitan dengan pelayanan pelanggan. Berikut ini penjelasan beberapa jenis komplain pelanggan 1. Komplain Mekanik Mechanical Complaints Komplain pelanggan jenis ini muncul karena adanya kesalahan yang berkaitan dengan kerja mesin. Contohnya, pada perlengkapan bank bisa berupa mesin ATM rusak yang tidak bisa digunakan oleh nasabah. 2. Komplain Sikap Attitudinal Complaints Jenis komplain pelanggan selanjutnya adalah komplain sikap. Keluhan jenis ini muncul karena kinerja buruk seorang staf atau karyawan selama melayani pelanggan. Komplain jenis ini didasari pada kekecewaan pelanggan terhadap pelayanan. 3. Komplain yang Berhubungan dengan Sistem Pelayanan Service-Related Complaints Jenis komplain yang ketiga ini terjadi karena buruknya sistem pelayanan yang diberikan. Misalnya, pada sebuah sebuah restoran, pelanggan harus menunggu lama karena proses produksi makanan yang tidak efektif dan efisien. 4. Komplain Tidak Biasa Unusual Complaints Yang terakhir adalah komplain tidak biasa. Keluhan jenis ini muncul karena hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, tapi diinginkan oleh pelanggan. Misalnya, pada sebuah hotel, pihak manajemen tidak menyediakan kamar khusus rokok. Penyebab Pelanggan Komplain Setelah mengetahui jenis-jenis komplain, hal selanjutnya yang perlu kamu tahu adalah penyebab pelanggan melakukan komplain. Setidaknya, ada beberapa faktor yang berpotensi membuat pelanggan kecewa sehingga akhirnya memberikan keluhan. Simak penjelasan berikut 1. Harapan yang Tidak Sesuai Faktor ini berkaitan dengan harapan pelanggan ketika menggunakan suatu barang/jasa. Karena konsumen tidak homogen atau sangat beragam dari mulai latar belakang sampai karakternya, tentu mereka memiliki harapan yang berbeda ketika menggunakan sebuah barang/jasa. Tentu tidak semuanya akan puas. Beberapa dari mereka mungkin tidak puas karena harapannya tidak sesuai dengan produk yang ditawarkan. Inilah yang kemudian menimbulkan adanya komplain. 2. Pelayanan Tidak Memuaskan Faktor selanjutnya berkaitan dengan cara melayani pelanggan. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang ingin mengkonsumsi suatu produk, perlu dipikirkan secara matang mengenai efektifitas dan efisiensinya. Jangan sampai pelanggan merasa kecewa, misalnya, karena mekanisme pembayaran yang menyulitkan, cara bertutur staf yang tidak profesional, fasilitas yang buruk, dan hal-hal semacamnya. 3. Perilaku Karyawan Kurang Memuaskan Seperti sudah disinggung sebelumnya, staf atau karyawan perlu dilatih agar bisa menerapkan standar pelayanan yang profesional. Ini untuk menjaga konsumen agar tidak kecewa, dan sebaliknya justru bisa merasa puas. 4. Lingkungan Tidak Menunjang Pelayanan Hal berikutnya yang perlu diperhatikan untuk menghindari kekecewaan konsumen adalah lingkungan penunjang pelayanan. Misalnya saja, dalam sebuah area pelayanan, harus disediakan toilet yang bersih dan nyaman. 5. Harga Tidak Sinkron Berkaitan dengan harga produk, konsumen juga bisa merasa kecewa. Penyebabnya, harga yang dipatok untuk mendapatkan suatu produk tidak mencerminkan kualitasnya. Karena itu, harganya dianggap tidak masuk akal. 6. Iklan Berlebihan, Tidak Sesuai dengan Kenyataan Faktor yang terakhir berkaitan dengan cara beriklan. Dalam mengiklankan suatu produk, hal yang paling penting adalah mencerminkan barang/jasa sesuai dengan kenyataan. Jangan pernah menipu pelanggan dengan cara membuat iklan berlebihan agar menarik, tetapi kenyataannya produk yang diiklankan tidak menarik sama sekali. Cara Mengatasi Komplain Pelanggan Setelah memahami jenis dan faktor pemicu komplain pelanggan, berikutnya yang perlu diketahui adalah cara mengatasinya. Seperti apa tipsnya? Berikut ini penjelasannya 1. Tetap Tenang Dalam menanggapi keluhan pelanggan, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menjaga ketenangan. Alih-alih memberikan reaksi negatif yang tidak akan memuaskan pelanggan, kamu bisa meluangkan waktu sejenak untuk berpikir jernih. Jangan sampai terpancing emosi dan pikirkan dengan baik bagaimana memuaskan keluhannya. 2. Dengarkan dengan Baik Selanjutnya, kamu perlu mendengarkan keluhannya dengan baik. Jika komplain dilakukan secara langsung, tataplah matanya. Beri perhatian secara serius dan fokus, lalu pahami apa yang menjadi masalahnya dan apa yang kemudian diinginkannya. Setelah pelanggan menyampaikan uneg-unegnya, rangkum dengan baik dan ucapkan kembali. Ini penting untuk menunjukkan bahwa kamu telah mendengarkan dan memahami keluhannya. Satu hal yang tak kalah penting ketika mendengarkan dan berbicara kepada pelanggan, adalah dengan menyebut namanya sehingga akan menciptakan kesan kedekatan, tanpa mengurangi rasa hormat. 3. Tunjukkan Simpati Kamu juga sebaiknya menunjukkan rasa simpati ketika menghadapi pelanggan yang tidak puas. Berpikirlah seperti kamu yang berada di posisi mereka. Bahasa tubuh yang baik memiliki peran yang penting pada waktu-waktu seperti ini. Eye contact, berdiri atau duduklah dalam posisi yang baik. 4. Meminta maaf Memberikan permintaan maaf adalah hal terpenting dalam merespons keluhan. Meskipun tidak memastikan masalah selesai dengan baik, setidaknya kamu telah berusaha meminta maaf atas ketidaknyamanan, kesalahan, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan di masa yang akan datang. Jika situasinya tepat, sampaikan permohonan maaf diiringi dengan senyum yang tulus. Permintaan maaf juga bisa dibarengi dengan pemberian hadiah atau penawaran lainnya. 5. Memberikan Solusi Jika kamu sudah memahami apa yang menjadi keluhan pelanggan, hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah menawarkan solusi. Solusi dalam hal ini, sebaiknya berupa jalan tengah yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, baik pihakmu maupun pihak pelanggan. Itulah jenis dan faktor komplain pelanggan serta cara mengatasinya yang wajib kamu ketahui. Dengan pemahaman itu, diharapkan kamu bisa memberikan kepuasan terhadap pelangganmu atau setidaknya, mencegah adanya komplain terhadap bisnismu. Selain itu, kamu juga bisa dapatkan tips dan ilmu GRATIS seputar jualan dengan bergabung di Komunitas Bukalapak. Mulai dari kelas online, tips kembangkan usaha hingga event seru lainnya bisa kamu ikuti bersama Teman-teman Pelapak di Bukalapak. Klik di bawah ini untuk gabung sekarang. Gabung Komunitas Bukalapak
wGe6.